Memuat...

Saudi Dikabarkan Tawarkan US$1 Miliar ke Houtsi Lewat Iran

Hanoum
Rabu, 28 Oktober 2026 / 18 Jumadilawal 1448 04:51
Saudi Dikabarkan Tawarkan US$1 Miliar ke Houtsi Lewat Iran
Ilustrasi ketegangan militer di Timur Tengah saat Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat dua rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah wilayah Mekkah dan Madinah. Serpihan rudal dilaporkan jatuh di sejumlah lokasi di Arab Saudi, sementara Houthi membantah sengaja menargetkan dua kota suci umat Islam. [Foto: AI]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Arab Saudi dikabarkan menawarkan dana US$1 miliar kepada milisi Syiah Houtsi di Yaman lewat mediasi Iran untuk menghentikan serangan ke wilayah kerajaan.

Dilansir Israel Hayom (27/10/2026), laporan yang mengutip sumber diplomatik Teluk itu juga menyebut Iran menawarkan diri sebagai mediator di tengah meningkatnya serangan terhadap bandara dan fasilitas minyak Saudi.

Israel Hayom menyebut uang itu dibawa dengan pesawat Hercules, sedangkan pihak Saudi belum mengonfirmasi dana tersebut diserahkan.

Menurut Reuters, pejabat tinggi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu pejabat Iran di Teheran untuk meredakan konflik regional, saat Houtsi melancarkan serangan baru ke bandara Riyadh dan fasilitas minyak Saudi.

Turki diwakili kepala intelijen Ibrahim Kalin dan Pakistan oleh Kepala Staf Angkatan Darat Field Marshal Asim Munir.

Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan kunjungan itu untuk membuka saluran negosiasi guna mencegah kembalinya eskalasi militer. Dalam pernyataannya, kementerian itu menyebut kunjungan tersebut bagian dari upaya negara-negara Pakta Mekkah menurunkan eskalasi dan mendukung mediasi Qatar dan Pakistan. Namun dalam pernyataan itu tidak menyinggung dana untuk Houtsi.

Menurut Israel Hayom, seorang pejabat Saudi mengatakan sebagian perselisihan dengan Houtsi berpusat pada kesepahaman tiga tahun lalu. Dalam kesepahaman itu Riyadh seharusnya membantu membayar gaji sektor publik dan membangun kembali infrastruktur sipil di wilayah Houtsi, dengan imbalan gencatan senjata. Houtsi menuduh Saudi mengingkari kesepahaman itu untuk membenarkan serangan mereka.

Juru bicara militer Houtsi, Yahya Saree, mengatakan serangan terbaru menyasar Bandara Internasional King Khalid dan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait.

Koalisi pimpinan Saudi membalas dengan serangan ke Sanaa, dan mengklaim menghancurkan dua peluncur rudal yang dipakai menyerang Riyadh. (hanoum/arrahmah.id)