Memuat...

Suriah Tutup Perbatasan Usai Serangan Udara Yordania Tewaskan Warga Sipil Daraa

Hanoum
Rabu, 28 Oktober 2026 / 18 Jumadilawal 1448 04:52
Suriah Tutup Perbatasan Usai Serangan Udara Yordania Tewaskan Warga Sipil Daraa
Seorang pria memeriksa kerusakan akibat serangan udara yang dilakukan Yordania di desa Al-Taf di wilayah Al-Lajat, yang terletak di pedesaan timur laut Daraa, pada 27 Oktober 2026. [Foto: AFP]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Suriah menutup perlintasan perbatasan Nasib dengan Yordania pada Selasa (27/10/2026), sehari setelah serangan udara Yordania di Provinsi Daraa, Suriah selatan, menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk tiga anak. Damaskus mengecam serangan itu sebagai pelanggaran wilayah udara tanpa koordinasi. Yordania menyatakan serangan itu menyasar kelompok militan setelah serangan mematikan terhadap sebuah gereja di wilayahnya.

Dilansir The New Arab (27/10), Yordania melancarkan serangan itu sebagai balasan atas penembakan pada Jumat yang menewaskan sembilan orang dalam pemakaman di sebuah gereja di Desa Hamoud, Provinsi Karak. Amman menyebut pelakunya terkait organisasi militan yang beroperasi di seberang perbatasan, di Suriah.

Kementerian Kesehatan Yordania mencatat serangan 23 Oktober di Gereja Ortodoks St. George itu menewaskan sembilan orang dan melukai 34 lainnya.

Perbedaan pandangan muncul soal koordinasi. Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam serangan itu “sekeras-kerasnya” dan menyebutnya pelanggaran yang tidak dapat diterima atas wilayah udara Suriah tanpa koordinasi.

Amman, sebaliknya, menyatakan serangan itu dikoordinasikan dengan Damaskus. Juru bicara pemerintah Yordania, Mohammed al-Momani, mengatakan Amman menghormati kedaulatan Suriah dan tetap berkomitmen bekerja sama dengan Damaskus melawan terorisme serta penyelundupan senjata dan narkoba lintas batas. Militer Yordania mengonfirmasi menyerang apa yang disebutnya sarang teroris, menurut kantor berita Petra.

Penutupan perbatasan diumumkan otoritas Suriah. Otoritas Umum Perbatasan dan Bea Cukai Suriah menyatakan penutupan sementara karena situasi di Daraa, dan menghentikan lalu lintas penumpang serta barang di kedua arah demi keselamatan pelancong dan petugas. Mereka tidak menyebut kapan operasi dilanjutkan.

Perlintasan itu, yang di sisi Yordania disebut Jaber, merupakan jalur dagang penting yang menghubungkan Suriah, Yordania, dan kawasan Teluk. Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan telah memberi tahu Amman dan menyampaikan penyesalan mendalam atas korban sipil.

Damaskus juga membuka jalur diplomasi. Kementerian itu menyebut sedang berkoordinasi langsung dengan Yordania untuk membentuk komite lapangan dan keamanan bersama yang mendesak, guna mencegah pelanggaran baru dan mengamankan perbatasan.

Jumlah korban belum seragam. Kepala kesehatan Daraa mengatakan kepada kantor berita SANA bahwa korban tewas terdiri dari tiga anak, tiga laki-laki, dan seorang perempuan, sementara tim penyelamat masih mencari korban lain. Laporan lain menyebut sedikitnya enam tewas. Arab News menulis angka jauh lebih besar, sedikitnya 20 orang tewas termasuk warga sipil. (hanoum/arrahmah.id)