Memuat...

Qatar Bergerak Cepat! Hubungi Arab Saudi, Turki, dan Yordania Bahas Krisis Iran–AS

Samir Musa
Selasa, 19 Mei 2026 / 3 Zulhijah 1447 20:12
Qatar Bergerak Cepat! Hubungi Arab Saudi, Turki, dan Yordania Bahas Krisis Iran–AS
Dari kanan: Menteri Luar Negeri Qatar, Menteri Luar Negeri Turki, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, dan Menteri Luar Negeri Yordania (Al Jazeera)

DOHA (Arrahmah.id) — Pemerintah Qatar terus mengintensifkan upaya diplomasi regional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran, lansir QNA.

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, melakukan serangkaian komunikasi via telepon secara terpisah dengan sejumlah mitra regional.

Di antaranya adalah Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, serta Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi.

Pembicaraan tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral serta perkembangan situasi keamanan di kawasan. Fokus utama diskusi adalah perkembangan terbaru terkait upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta langkah-langkah untuk meredakan eskalasi konflik.

Dalam komunikasi tersebut, Sheikh Mohammed menegaskan pentingnya semua pihak merespons positif upaya mediasi yang tengah berlangsung, guna membuka jalan bagi penyelesaian damai dan kesepakatan jangka panjang yang dapat mencegah pecahnya kembali konflik.

Kekhawatiran Stabilitas dan Jalur Energi

Di sisi lain, perwakilan tetap Qatar untuk United Nation, Sheikha Alya Ahmed bin Saif Al Thani, menekankan pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional, terutama di kawasan strategis seperti Selat Hormuz.

Ia menegaskan bahwa jalur laut internasional harus tetap terbuka dan aman sesuai hukum internasional serta resolusi Dewan Keamanan. Upaya pembersihan ranjau laut juga dinilai mendesak demi menjamin kelancaran distribusi energi global.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang khusus Dewan Ekonomi dan Sosial PBB di New York, yang turut menyoroti ancaman terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Qatar juga menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan komunitas internasional dalam menjaga stabilitas pasokan energi dan mendukung pembangunan global.

Ancaman Runtuhnya Gencatan Senjata

Situasi kawasan semakin memanas menyusul kekhawatiran runtuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat yang telah berlangsung sejak 8 April lalu.

Pada 10 Mei, Iran telah menyampaikan respons terhadap proposal Amerika melalui mediator Pakistan. Namun, Presiden AS Donald Trump menolak respons tersebut dengan menyebutnya “tidak dapat diterima sama sekali”.

Sejak 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, termasuk yang berada di Selat Hormuz—jalur vital bagi distribusi energi dunia. Sebagai balasan, Iran menutup selat tersebut dan membatasi lalu lintas kapal tanpa koordinasi langsung dengan pihaknya.

Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran global terhadap potensi gangguan pasokan energi serta eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

(Samirmusa/arrahmah id)