Memuat...

Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Permintaan Pemimpin Teluk

Hanoum
Selasa, 19 Mei 2026 / 3 Zulhijah 1447 04:15
Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Permintaan Pemimpin Teluk
Donald Trump, 26 April 2026. [Foto: AFP]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya menunda rencana serangan militer terhadap Iran setelah menerima permintaan langsung dari pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah dan kekhawatiran akan pecahnya perang regional yang lebih luas. (rudaw.net)

Trump mengungkapkan, seperti dilansir CNN (19/5/2026),  serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran sebenarnya telah dijadwalkan berlangsung “besok”, namun akhirnya ditunda setelah adanya komunikasi dari Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

“Saya diminta oleh Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk menunda serangan militer yang telah kami rencanakan terhadap Iran, yang dijadwalkan berlangsung besok,” ujar Trump dikutip dari Rudaw.

Trump tidak menjelaskan secara rinci target maupun bentuk operasi militer yang dimaksud. Namun CNN melaporkan bahwa pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir memang meningkatkan kesiapan militer di Timur Tengah setelah ketegangan dengan Iran kembali memanas. Pentagon disebut telah menyiagakan armada laut dan aset udara tambahan di kawasan Teluk Persia.

BBC melaporkan para pemimpin negara Teluk mendesak Washington menghindari eskalasi karena khawatir konflik langsung dengan Iran dapat mengancam stabilitas kawasan, perdagangan energi global, serta keamanan negara-negara Teluk Arab. Qatar, Arab Saudi, dan UEA selama beberapa tahun terakhir memang berupaya memperbaiki hubungan diplomatik dengan Teheran setelah periode ketegangan panjang di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran sebelumnya telah memperingatkan akan memberikan respons keras terhadap setiap serangan baru dari Amerika Serikat maupun Israel. Pemerintah Iran menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan dapat menjadi sasaran balasan jika Washington melanjutkan aksi militernya.

Ketegangan terbaru ini muncul setelah laporan mengenai koordinasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target strategis Iran kembali mencuat di media internasional. Sejumlah analis menilai tekanan diplomatik dari negara-negara Teluk menunjukkan meningkatnya kekhawatiran regional terhadap kemungkinan perang besar yang dapat mengganggu keamanan Timur Tengah dan jalur distribusi minyak dunia. (hanoum/arrahmah.id)