Memuat...

Reaksi Warga Paktika Terhadap Serangan Udara Pakistan

Hanin Mazaya
Rabu, 23 September 2026 / 12 Rabiulakhir 1448 18:23
Reaksi Warga Paktika Terhadap Serangan Udara Pakistan
Akibat serangan udara Pakistan di Afghanistan. (Foto: most1058fm.com)

PAKTIKA (Arrahmah.id) - Sejumlah warga Paktika, yang menanggapi serangan udara Pakistan pada Senin malam (21/9/2026) di provinsi Kunar dan Paktika, mendesak masyarakat internasional—khususnya negara-negara Islam dan pihak penengah—untuk menekan Pakistan agar menahan diri dan tidak melancarkan serangan lebih lanjut.

Mereka menyatakan bahwa perang bukanlah solusi atas berbagai masalah dan bahwa serangan semacam itu justru memicu ketidakstabilan serta kekacauan, lansir Tolo News (23/9).

Abdul Aziz, seorang warga Paktika, mengatakan: "Tidak ada kebaikan dalam perang; rakyat Afghanistan telah menanggung dampaknya selama empat puluh tahun. Pakistan seharusnya tidak memaksa kami masuk ke dalam perang lagi. Kami menyerukan kepada negara-negara Islam dan Pakistan untuk memahami bahwa pengulangan tindakan semacam itu tidak dapat ditoleransi dan akan membawa konsekuensi yang sangat serius."

Mohammad Akbar, warga Paktika lainnya, mendesak masyarakat internasional dan negara-negara Islam untuk menekan Pakistan agar menghentikan serangan tersebut.

"Masyarakat internasional dan negara-negara Islam harus menekan Pakistan untuk menghentikan serangan-serangan ini karena ini bukanlah solusi. Rakyat Afghanistan tidak menginginkan perang, dan perang menciptakan kekacauan di dunia," ujar Akbar.

Sementara itu, beberapa warga Paktika lainnya menyatakan bahwa jika serangan semacam itu terus berlanjut, mereka siap berdiri bersama pasukan Afghanistan untuk membela negara mereka.

Abdul Khaliq, warga Paktika, mengatakan: "Ini adalah tanggung jawab dan kewajiban agama bagi setiap warga Afghanistan. Kami siap berdiri bersama pemerintah serta membela tanah air dan rakyat kami, sekaligus melindungi wilayah dan perbatasan kami."

Zulfiqar, warga Paktika lainnya, mengatakan: "Jika Pakistan kembali mencoba membom warga sipil kami, kami bukannya tidak mampu membalas. Para pemuda kami mampu menghadapi musuh mana pun."

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebuah serangan udara menghantam rumah warga sipil di distrik Nurgal, provinsi Kunar, pada Senin malam, yang menewaskan tiga warga sipil dan melukai empat orang lainnya. Dua lokasi di distrik Barmal, Paktika, juga terkena serangan udara, namun tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka di sana. (haninmazaya/arrahmah.id)