Memuat...

Rektor UINSA Akh Muzakki Mengundurkan Diri

Ameera
Rabu, 23 September 2026 / 12 Rabiulakhir 1448 21:31
Rektor UINSA Akh Muzakki Mengundurkan Diri
Rektor UINSA Akh Muzakki Mengundurkan Diri

SURABAYA (Arrahmah.id) - Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof Akh Muzakki, dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya. Informasi tersebut dibenarkan oleh salah satu Guru Besar UINSA, Prof Dr H Imam Ghazali.

Prof Imam mengatakan dirinya telah mengonfirmasi informasi tersebut kepada Inspektur Jenderal (Irjen) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag).

"Ya, benar. Sudah saya konfirmasi ke Irjen dan Sekjend Kemenag," kata Prof Imam Ghazali kepada detikJatim, Rabu (23/9/2026).

Menurut Prof Imam, pengunduran diri Prof Akh Muzakki dilakukan pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Ia juga menyebut Prof Akh Muzakki telah mengakui bahwa dirinya mengundurkan diri dari jabatan Rektor UINSA terhitung sejak waktu tersebut.

"Prof Akh Muzakki juga mengakui bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rektor UINSA terhitung 22 September 2026, pukul 22.00 WIB," ujar Prof Imam.

Disebut Ada Tekanan dari Kemenag dan Internal Kampus

Terkait alasan pengunduran diri tersebut, Prof Imam menyebut adanya tekanan dari Kementerian Agama serta pihak internal UINSA. Menurut dia, desakan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong Prof Muzakki melepas jabatannya.

"Ya, pasti lah. Menag kan didesak Gubes, civitas akademika dan Komisi VIII DPR RI," kata Prof Imam, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Perkumpulan Guru Besar UINSA.

Meski demikian, Prof Imam mengaku belum mengetahui secara pasti mekanisme selanjutnya setelah pengunduran diri tersebut. Ia juga belum mengetahui siapa yang akan ditunjuk untuk menggantikan Prof Akh Muzakki sebagai Rektor UINSA.

Sebelumnya Diwarnai Aksi Penolakan

Pengunduran diri Prof Akh Muzakki terjadi setelah sebelumnya muncul gelombang penolakan terhadap kembalinya Muzakki sebagai Rektor UINSA.

Penolakan tersebut datang dari mahasiswa dan dosen. Aksi mahasiswa bahkan berlangsung selama beberapa hari dan disertai dengan penyegelan kampus.

Akibat penyegelan tersebut, aktivitas perkuliahan di UINSA sempat dilakukan secara daring atau online.

Dalam aksi protesnya, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan. Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah pencopotan Prof Akh Muzakki dari jabatan Rektor UINSA.

Dengan pengunduran diri tersebut, perkembangan selanjutnya kini menunggu keputusan Kementerian Agama terkait mekanisme pergantian pimpinan UINSA dan siapa yang akan ditunjuk untuk menjalankan tugas sebagai rektor.

(ameera/arrahmah.id)