Memuat...

Pelatih Irlandia Sebut Lawan 'Israel' sebagai “Melawan Genosida”, Federasi 'Israel' Murka

Zarah Amala
Rabu, 23 September 2026 / 12 Rabiulakhir 1448 12:01
Pelatih Irlandia Sebut Lawan 'Israel' sebagai “Melawan Genosida”, Federasi 'Israel' Murka
Pelatih tim nasional Irlandia Heimir Hallgrímsson (Getty)

DUBLIN (Arrahmah.id) - Federasi Sepak Bola 'Israel' melancarkan serangan verbal terhadap pelatih Timnas Irlandia, Heimir Hallgrímsson, setelah pelatih asal Islandia itu mengatakan timnya akan bermain “melawan genosida, bukan bersamanya” saat menghadapi 'Israel' di UEFA Nations League.

Pernyataan Hallgrímsson disampaikan ketika ia mengumumkan skuad Irlandia untuk jeda internasional. Saat ditanya mengenai kemampuan pemainnya berkonsentrasi di tengah kontroversi pertandingan melawan 'Israel', ia mengatakan Irlandia memang akan menghadapi tim Israel, tetapi tidak berdiri di pihaknya.

Federasi sepak bola 'Israel' kemudian menggunakan pernyataan tersebut untuk menyerang Hallgrímsson. Dalam pernyataan di akun resminya di X, federasi menyebut pelatih Irlandia itu dengan istilah “bodoh, tidak tahu, dan munafik” serta mengatakan 'Israel' akan “bermain melawan pelatih yang mewujudkan” tuduhan tersebut.

Menurut The Irish Times, federasi 'Israel' sedang mempertimbangkan untuk mengajukan pengaduan resmi kepada UEFA atas penggunaan istilah genosida oleh Hallgrímsson untuk menggambarkan perang 'Israel' di Gaza.

Dua Pertandingan di Negara Netral

Irlandia dan 'Israel' dijadwalkan bertemu dua kali pada fase awal Nations League. Pertandingan pertama akan berlangsung di Debrecen, Hungaria, pada 27 September, sedangkan leg kedua digelar di Bačka Topola, Serbia, pada 4 Oktober.

Kedua pertandingan dipindahkan ke lokasi netral. Keduanya berada di Grup C Liga B bersama Austria dan Kosovo.

Pada Juni, Federasi Sepak Bola Irlandia memutuskan memindahkan laga kandang melawan 'Israel' dari Dublin dan menggelarnya tanpa penonton. Federasi menyebut adanya tantangan operasional yang dapat menghambat penyelenggaraan pertandingan di Irlandia.

Hallgrímsson mengatakan dirinya telah berbicara secara individual dengan para pemain mengenai dua pertandingan tersebut. Menurutnya, sikap para pemain berbeda-beda, tetapi tidak seorang pun merasa nyaman dengan pertandingan tersebut.

Meski demikian, setelah pertandingan tetap diputuskan berlangsung, skuad Irlandia sepakat tetap bersatu dan menjalankan tugasnya di lapangan.

Irlandia Pernah Minta 'Israel' Ditangguhkan

Sikap Hallgrímsson juga sejalan dengan perdebatan yang telah berlangsung di sepak bola Irlandia.

Pada November 2025, majelis umum Federasi Sepak Bola Irlandia memilih mendukung pengajuan permintaan kepada UEFA untuk menangguhkan keanggotaan Federasi Sepak Bola 'Israel' dan mengeluarkannya dari kompetisi Eropa. Menurut Reuters, usulan tersebut didukung 74 anggota, sementara tujuh menolak dan dua abstain.

Namun, federasi Irlandia tetap menyatakan akan menjalani pertandingan yang telah dijadwalkan melawan 'Israel'. Federasi menjelaskan bahwa aturan UEFA dapat menganggap tim yang menolak bertanding sebagai kalah dan berpotensi memberikan sanksi tambahan.

Federasi Irlandia juga sebelumnya meminta agar tidak satu grup dengan 'Israel' dalam undian kompetisi berikutnya. UEFA menyatakan permintaan semacam itu akan dipertimbangkan berdasarkan kasus per kasus.

Hallgrímsson sebelumnya juga mempertanyakan perbedaan perlakuan terhadap 'Israel' dan Rusia. Ia menyoroti keputusan FIFA dan UEFA menangguhkan Rusia dari kompetisi internasional setelah invasi ke Ukraina pada 2022, sementara 'Israel' tetap mengikuti kompetisi meski perang di Gaza terus berlangsung. (zarahamala/arrahmah.id)