JAKARTA (Arrahmah.id) — Pakar telematika Roy Suryo mengaku akan menghadirkan saksi yang berkaitan dengan Pasar Pramuka, Jakarta, dalam perkara polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
MRoy menyampaikan hal tersebut dalam program Interupsi di iNews TV pada Kamis (10/9/2026). Ia menilai Pasar Pramuka menjadi salah satu hal yang penting untuk ditelusuri lebih lanjut terkait dugaan pembuatan ijazah Jokowi.
"Soal Pasar Pramuka ini penting. Kalau saja aparat kepolisian mau objektif, periksa Pasar Pramuka. Hadirkan kembali delapan tersangka yang dulu ketika terlibat, misalnya ketika kasus kebakaran," kata Roy.
Menurut Roy, dugaan keterkaitan Pasar Pramuka dengan polemik ijazah Jokowi sebelumnya juga telah dibahas secara mendalam oleh mantan anggota intelijen, Sri Radjasa Chandra.
"Karena penelitian dari seorang intelijen, mantan intelijen ya, Pak Sri Radjasa Chandra, itu sudah detail banget," ujar Roy.
Roy menilai berbagai fakta mengenai Pasar Pramuka semestinya kembali diinvestigasi. Ia menyebut terdapat kios yang menurutnya berkaitan dengan pihak yang diduga mengetahui proses pembuatan dokumen tersebut.
"Pasar Pramuka kayak gitu tidak dibongkar lagi fakta-faktanya, tidak dibongkar lagi peristiwanya. Jelas ada kiosnya, kan kiosnya siapa, yang itu kemudian mengaku membuat tujuh orang itu sudah dikejar," tuturnya.
Roy kemudian mengklaim salah satu dari tujuh orang yang disebutnya dalam keterangannya tersebut akan dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.
"Dan salah satu orang dari tujuh itu, insyaallah nanti akan hadir sebagai saksi," kata Roy.
(ameera/arrahmah.id)
