BEIRUT (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' melancarkan serangan udara yang menargetkan kawasan Haret Hreik di pinggiran selatan Beirut pada Rabu malam, menurut laporan koresponden Al Mayadeen di Beirut.
Menurut laporan tersebut, serangan menghantam sebuah bangunan permukiman dan menyebabkan sejumlah orang terluka. Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai jumlah korban.
Serangan itu terjadi meskipun gencatan senjata diumumkan pada 16–17 April lalu. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa gencatan senjata tersebut diperpanjang selama tiga pekan tambahan setelah awalnya ditetapkan berlaku selama sepuluh hari.
Serangan terbaru ini juga terjadi setelah beberapa pekan serangan 'Israel' terus berlangsung di wilayah Lebanon selatan dan Lembah Bekaa bagian barat, di mana serangan udara berulang kali menyebabkan ratusan warga Lebanon gugur dan terluka.
Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan 'Israel' Israel Katz mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan upaya pembunuhan yang menargetkan seorang komandan Pasukan Radwan milik Hizbullah.
Namun, Hizbullah belum memberikan konfirmasi atas tuduhan 'Israel' tersebut.
Sementara itu, Channel 14 'Israel' mengklaim bahwa pasukan 'Israel' telah membunuh Malik Balout, yang disebut sebagai komandan Pasukan Radwan Hizbullah, bersama beberapa orang lainnya. Klaim tersebut masih belum terverifikasi.
Di sisi lain, otoritas penyiaran resmi 'Israel' mengutip seorang pejabat 'Israel' yang tidak disebutkan namanya, menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan koordinasi bersama Amerika Serikat.
Surat kabar Israel Hayom juga melaporkan bahwa sebuah kapal perang 'Israel' menembakkan tiga rudal ke arah sebuah apartemen di Haret Hreik dalam operasi tersebut.
Serangan ini menjadi bagian dari berlanjutnya operasi militer 'Israel' di Lebanon meskipun kerangka gencatan senjata telah diumumkan.
Media Lebanon dan regional berulang kali melaporkan adanya serangan 'Israel' yang terus menargetkan desa-desa, kawasan permukiman, dan infrastruktur di Lebanon selatan serta wilayah Bekaa sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku.
Kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, juga terus merespons serangan dan pelanggaran gencatan senjata oleh 'Israel' melalui operasi yang menargetkan pasukan pendudukan 'Israel' dan posisi militer di dekat perbatasan Lebanon-Palestina. (zarahamala/arrahmah.id)
