Memuat...

Trump: Peluang Kesepakatan dengan Iran Sangat Besar, Jika Gagal Pengeboman Dilanjutkan

Zarah Amala
Kamis, 7 Mei 2026 / 20 Zulkaidah 1447 10:01
Trump: Peluang Kesepakatan dengan Iran Sangat Besar, Jika Gagal Pengeboman Dilanjutkan
Presiden Trump berbicara tentang pembicaraan yang sangat baik dengan Iran dan kemungkinan kedua negara mencapai kesepakatan (Eropa)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (6/5/2026) mengatakan bahwa tercapainya kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah sangat mungkin terjadi, namun ia tidak menutup kemungkinan dimulainya kembali serangan militer.

Pernyataan itu muncul ketika Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh Washington berupaya memaksa Teheran untuk menyerah.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Iran dalam 24 jam terakhir, dan menambahkan bahwa kedua negara sangat mungkin mencapai kesepakatan.

Dalam wawancara telepon dengan jaringan PBS, Trump mengatakan kesepakatan itu kini sangat dekat dan terdapat peluang besar untuk mengakhirinya. Namun ia memperingatkan, “Jika itu tidak selesai, maka kami harus kembali membombardir mereka dengan keras.”

Trump juga menegaskan sejumlah poin dalam kemungkinan kesepakatan yang sebelumnya diberitakan The Wall Street Journal, CNN, dan Axios.

Menurut laporan tersebut, kesepakatan mencakup penyerahan uranium yang diperkaya tinggi oleh Iran kepada Amerika Serikat. Namun ketika ditanya apakah bahan tersebut akan dibawa ke AS, Trump menjawab bahwa hal itu bukan bagian dari kesepakatan.

Trump juga menyatakan Iran akan diminta berkomitmen untuk tidak mengoperasikan fasilitas nuklir bawah tanah sebagai bagian dari kesepakatan.

Sementara itu, The Wall Street Journal mengutip seorang pejabat Iran yang mengatakan bahwa penghentian jangka panjang pengayaan uranium Iran menjadi salah satu poin yang dibahas. Berdasarkan proposal tersebut, Iran nantinya dapat kembali memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian 3,67 persen, meskipun Trump mengatakan poin itu bukan bagian dari kesepakatan.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menulis bahwa jika Iran menyetujui kesepakatan tersebut, maka Operasi Epic Fury akan berakhir. Namun ia memperingatkan bahwa jika Iran menolak, pengeboman akan dimulai kembali dengan tingkat yang jauh lebih tinggi dan lebih keras dari sebelumnya.

Axios melaporkan, mengutip sejumlah sumber, bahwa Washington yakin kesepakatan sudah semakin dekat. Situs itu menyebut adanya nota kesepahaman satu halaman yang bertujuan mengakhiri perang dan menjadi kerangka awal negosiasi nuklir yang lebih rinci. Amerika Serikat disebut menunggu tanggapan Iran dalam 48 jam.

Menurut Axios, kesepakatan tersebut akan mewajibkan Iran membekukan pengayaan uranium sebagai imbalan atas pencabutan sanksi Amerika Serikat dan pencairan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan. Kedua pihak juga disebut akan melonggarkan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.

Laporan itu juga menyebut Trump kemungkinan akan mempertimbangkan kembali opsi operasi militer jika kesepakatan belum tercapai hingga akhir kunjungannya ke Cina hari ini. Gedung Putih disebut berupaya mencapai terobosan diplomatik sebelum kunjungan tersebut berakhir.

Axios juga mengutip pejabat Amerika yang mengatakan komunikasi dengan Iran berjalan lambat karena setiap pesan harus melewati Pemimpin Tertinggi Iran yang saat ini disebut bersembunyi demi alasan keamanan.

Di pihak lain, Ghalibaf mengatakan dalam pesan suara yang dipublikasikan melalui Telegram bahwa musuh berupaya melemahkan persatuan Iran melalui blokade laut, tekanan ekonomi, dan manipulasi media untuk memaksa negara itu menyerah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan proposal Amerika Serikat masih dalam tahap peninjauan oleh Iran, menurut kantor berita ISNA. Ia menambahkan bahwa Teheran akan menyampaikan pandangannya kepada pihak Pakistan terkait proposal tersebut.

Sementara itu di Islamabad, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan harapannya agar momentum penghentian operasi militer dapat membuka jalan menuju kesepakatan jangka panjang.

Dalam unggahan di platform X, Sharif menyampaikan apresiasi kepada Trump atas kepemimpinan berani dan pengumuman penghentian Operasi Freedom Project di Selat Hormuz.

Sebelumnya pada Selasa (5/5), Trump mengumumkan penghentian sementara operasi Freedom Project yang diluncurkan sehari sebelumnya untuk mengawal kapal-kapal di selat strategis tersebut, yang secara efektif ditutup Iran sejak perang dimulai. Ia mengatakan saat itu telah terjadi kemajuan besar menuju kesepakatan penuh dan final dengan Teheran. (zarahamala/arrahmah.id)