Dilansir South China Morning Post (6/5/2026), peristiwa ini melibatkan kapal tanker MT Honour 25 yang dibajak oleh perompak Somalia saat berlayar dari Oman menuju Somalia pada April 2026. Di antara awak kapal yang disandera terdapat kapten asal Indonesia, Ashari Samadikun, bersama total 17 awak dari berbagai negara.
Sebelum insiden terjadi, sang kapten sempat mengirim pesan suara kepada keluarganya yang menggambarkan situasi berbahaya yang dihadapinya. Istrinya menjadi salah satu pihak pertama yang mengetahui kemungkinan pembajakan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya menangani kasus ini.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak untuk menangani pembajakan ini dan memastikan keselamatan para WNI,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Laporan South China Morning Post menyoroti bahwa insiden ini merupakan bagian dari tren meningkatnya kembali pembajakan di perairan Somalia, setelah sempat menurun selama beberapa tahun terakhir.
Selain itu, laporan lain menyebutkan bahwa keluarga para awak kapal telah mendesak pemerintah Indonesia untuk mempercepat upaya penyelamatan, mengingat kondisi penyanderaan yang berisiko tinggi.
Fenomena ini juga diperkuat oleh laporan keamanan maritim global yang mencatat peningkatan serangan di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pembajakan beberapa kapal dan penahanan awaknya oleh kelompok perompak Somalia.
Hingga saat ini, proses negosiasi dan upaya penyelamatan masih berlangsung, sementara kondisi para awak, termasuk kapten asal Indonesia, dilaporkan dalam keadaan relatif aman namun tetap berada dalam situasi penyanderaan yang belum terselesaikan. (hanoum/arrahmah.id)