Memuat...

Siapa Zvi Sukkot dan Mengapa Ia Merusak Monumen Desa Madama di Nablus?

Zarah Amala
Rabu, 26 Agustus 2026 / 14 Rabiulawal 1448 12:30
Siapa Zvi Sukkot dan Mengapa Ia Merusak Monumen Desa Madama di Nablus?
Sukkot menghancurkan tugu peringatan para syuhada Nablus di bawah perlindungan tentara pendudukan (i24 News Channel)

NABLUS (Arrahmah.id) - Aksi anggota parlemen 'Israel' dari kelompok sayap kanan, Zvi Sukkot, merusak sebuah monumen yang memuat nama-nama warga Palestina yang tewas di Desa Madama, selatan Nablus, Tepi Barat yang diduduki, memicu kontroversi mengenai tindakan politikus Israel terhadap masyarakat Palestina.

Di depan kamera dan di bawah perlindungan tentara 'Israel', Sukkot menghancurkan monumen tersebut menggunakan palu besar. Aksinya mendapat dukungan dari Menteri Keuangan 'Israel' Bezalel Smotrich, yang juga merupakan pemimpin Partai Religious Zionism.

Aksi tersebut berlangsung menjelang pemilihan legislatif 'Israel' yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

Sejumlah politikus sayap kanan 'Israel' disebut berupaya memperoleh dukungan pemilih melalui berbagai bentuk serangan terhadap masyarakat Palestina di wilayah pendudukan.

Desa Madama berada di selatan Nablus dan berdekatan dengan permukiman Yitzhar yang dikenal sebagai salah satu basis kelompok pemukim 'Israel' garis keras.

Pembangunan dan perluasan permukiman, termasuk pemasangan pagar, telah mengambil sebagian wilayah desa tersebut.

Monumen yang dihancurkan Sukkot memiliki nilai simbolis bagi warga Madama karena mencantumkan nama-nama warga desa yang tewas dalam berbagai periode konflik.

Menurut Ketua Dewan Desa Madama Rami Nassar, monumen itu memuat nama warga yang tewas sejak Pertempuran Karameh pada 1968, Intifada Pertama dan Kedua, hingga periode terbaru. Di antara nama tersebut terdapat seorang petani yang tewas ketika sedang bekerja di tanahnya tanpa terlibat dalam bentrokan.

Saat merusak monumen, Sukkot secara khusus menunjuk nama Yamen Faraj dan Shadi Nassar.

Keduanya disebut pernah menjadi anggota sayap bersenjata Front Populer untuk Pembebasan Palestina selama Intifada Kedua. Nassar tewas setelah melakukan serangan bom bunuh diri di dekat sebuah toko di pintu masuk permukiman Ariel pada 2002, sementara Faraj tewas dalam bentrokan bersenjata di Nablus.

Smotrich secara terbuka mendukung tindakan Sukkot. Melalui platform X, ia mengatakan monumen tersebut seharusnya sudah dihancurkan 'Israel' sejak lama.

Ia bahkan menyerukan penghancuran monumen serupa lainnya di Tepi Barat.

“Ada puluhan monumen lainnya di seluruh Tepi Barat yang harus dihancurkan tentara 'Israel' hari ini,” kata Smotrich.

Smotrich juga menyerang para politikus oposisi 'Israel' yang mengecam tindakan Sukkot. Ia menuduh kelompok oposisi berencana membentuk pemerintahan yang melibatkan pihak yang disebutnya sebagai pendukung terorisme serta membongkar permukiman 'Israel' di Tepi Barat.

Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu memberikan tanggapan yang lebih terbatas. Ia menyatakan bahwa pelanggaran hukum, terutama yang dilakukan pejabat publik, tidak dapat diterima karena dapat mengganggu tugas militer 'Israel'.

Siapa Zvi Sukkot?

Zvi Sukkot merupakan anggota parlemen 'Israel' yang berasal dari kubu Religious Zionism dan dikenal sebagai politikus sayap kanan.

Kelompok politik yang diwakilinya mendukung perluasan permukiman 'Israel' serta kebijakan yang bertujuan memperkuat kontrol 'Israel' atas Tepi Barat.

Aksi di Madama bukan kali pertama Sukkot terlibat dalam kontroversi terkait Palestina. Pada Juni 2026, ia berupaya memasuki sejumlah sekolah di Umm al-Fahm, tetapi dicegah oleh warga Palestina setempat.

Pada 14 April 2025, Sukkot juga memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa bersama ribuan pemukim 'Israel' dan melakukan ritual yang disebut prostrasi heroik. Aksi tersebut kemudian mendapat sambutan dari Menteri Keamanan Nasional 'Israel'Sukkot menghancurkan tugu peringatan para syuhada Nablus di bawah perlindungan tentara pendudukan (i24 News Channel) Itamar Ben-Gvir. (zarahamala/arrahmah.id)