IDLIB (Arrahmah.id) - Tim teknik telah mulai membersihkan ranjau dan amunisi yang belum meledak dari situs arkeologi Ruwayha di Idlib selatan, demikian dilaporkan kantor berita negara Republik Arab Suriah, SANA, pada Selasa (24/2/2026).
Operasi ini merupakan bagian dari rencana yang lebih luas oleh Direktorat Purbakala Idlib untuk melindungi dan melestarikan situs-situs bersejarah di seluruh wilayah Jabal Al-Zawiya, yang mencakup lebih dari 10 lokasi yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Ruwayha adalah bagian dari "Desa-Desa Kuno Suriah Utara" yang terdaftar di UNESCO, kumpulan pemukiman era Bizantium yang terawat baik yang berasal dari abad keempat dan keenam.
Hassan Al-Ismail, direktur purbakala di Idlib, mengatakan proyek ini bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa perang, mendokumentasikan kerusakan yang disebabkan selama konflik, dan memungkinkan masyarakat setempat untuk mengakses situs-situs tersebut dengan aman.
“Tujuan utamanya adalah untuk membersihkan ranjau dan sisa-sisa perang dari situs arkeologi dan memungkinkan masyarakat setempat untuk kembali, sekaligus menghidupkan kembali pariwisata domestik dan membuka kembali negara ini untuk pengunjung,” kata Al-Ismail kepada SANA.
Pekerjaan ini dilaksanakan bekerja sama dengan organisasi Heritage for Peace dan di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Purbakala dan Museum, dengan koordinasi dari Kementerian Pertahanan, yang mengerahkan unit-unit teknik khusus. (haninmazaya/arrahmah.id)
