Memuat...

Teluk Makin Panas: Dubai Creek Harbour Kena Drone, Saudi hingga Kuwait Ikut Digempur

Zarah Amala
Kamis, 12 Maret 2026 / 23 Ramadan 1447 09:59
Teluk Makin Panas: Dubai Creek Harbour Kena Drone, Saudi hingga Kuwait Ikut Digempur
Pihak berwenang UEA mengkonfirmasi bahwa tidak ada korban luka yang dilaporkan setelah sebuah drone menabrak sebuah gedung di area Dubai Creek Harbour (Al Jazeera).

DUBAI (Arrahmah.id) - Eskalasi militer Iran terhadap negara-negara tetangganya di Teluk terus meningkat hingga Kamis (12/3/2026). Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain melaporkan adanya serangan rudal balistik serta pesawat nirawak (drone) yang menyasar wilayah mereka. Teheran mengeklaim serangan ini ditujukan pada kepentingan Amerika, namun kenyataannya banyak menghantam area sipil dan fasilitas energi.

Di Dubai, pihak berwenang mengonfirmasi sebuah drone jatuh menabrak sebuah gedung di kawasan Dubai Creek Harbour. Proses evakuasi sempat dilakukan, namun kantor berita pemerintah memastikan situasi telah terkendali sepenuhnya tanpa adanya korban jiwa. Sementara itu, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan telah mencegat total ribuan proyektil sejak awal konflik pada akhir Februari lalu.

Dalam 24 jam terakhir, pertahanan udara UEA melumpuhkan 6 rudal balistik, 7 rudal jelajah, dan 39 drone. Secara total, UEA telah menghadapi 268 rudal balistik dan 1.514 drone sejak agresi dimulai.

Militer Saudi menghancurkan lebih dari 18 drone di Wilayah Timur. Selain itu, 3 rudal balistik yang menyasar Pangkalan Udara Pangeran Sultan dan satu drone yang menuju ladang minyak Shaybah berhasil dicegat.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan serangan Iran mengenai tangki bahan bakar di sebuah fasilitas di Prefektur Muharraq.

Kuwait mengonfirmasi upaya pencegahan serangan udara, sementara Qatar melaporkan pencegahan terhadap 9 rudal balistik, meski satu rudal jatuh di area yang tidak berpenghuni.

Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi resolusi yang mengutuk serangan rudal Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania. Resolusi ini diajukan oleh Bahrain atas nama Dewan Kerjasama Teluk (GCC). Arab Saudi dan Qatar menyambut baik langkah ini dan mendesak Iran untuk segera menghentikan eskalasi demi menghindari perang regional yang lebih luas serta kembali ke meja dialog.

Krisis ini bermula sejak 28 Februari sebagai balasan Iran atas serangan gabungan AS-'Israel'. Namun, pengalihan target ke fasilitas sipil dan energi di negara-negara Arab telah memicu kecaman global karena mengancam keselamatan warga sipil dan stabilitas pasokan energi dunia. (zarahamala/arrahmah.id)