Memuat...

“Tuhan Tidak Bersama Penindas!” Paus Vatikan Serang Balik Trump, Kecam Perang AS–‘Israel’ ke Iran

Samir Musa
Rabu, 15 April 2026 / 27 Syawal 1447 07:21
“Tuhan Tidak Bersama Penindas!” Paus Vatikan Serang Balik Trump, Kecam Perang AS–‘Israel’ ke Iran
Perseteruan antara Donald Trump (kanan) dan Paus terjadi di tengah latar belakang perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan “Israel” terhadap Iran (Reuters).

VATIKAN (Arrahmah.id) — Paus Leo XIV akhirnya angkat bicara menanggapi serangan tajam Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan pesan tegas bernuansa spiritual sekaligus politik: “Tuhan tidak bersama para penindas.”

Pernyataan ini disampaikan dalam unggahan resminya di platform X pada Selasa (14/4/2026), sebagai respons langsung atas kritik Trump terhadap sikap Paus yang menentang perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama “Israel” terhadap Iran pada 28 Februari lalu, dilansir Anadolu Agency.

Dalam pesannya, Paus menegaskan, “Tuhan tidak bersama orang jahat, tidak bersama para penindas, dan tidak bersama mereka yang sombong. Tuhan bersama orang-orang kecil dan rendah hati.” Ia menambahkan bahwa kerajaan Allah dibangun melalui cinta dan pelayanan, bukan kekerasan dan kesombongan kekuasaan.

Kecam Penyalahgunaan Agama untuk Perang

Sikap Paus semakin menguat dalam doa bersama di Basilika Santo Petrus pada Ahad sebelumnya. Ia menyerukan penghentian perang terhadap Iran yang, menurut data dari Teheran, telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Dalam nada keras, ia mengecam eksploitasi agama untuk membenarkan konflik bersenjata.

“Bahkan nama Tuhan yang suci, Tuhan kehidupan, diseret ke dalam pidato-pidato kematian. Cukup sudah penyembahan terhadap diri dan uang. Cukup pamer kekuatan. Cukup perang,” tegasnya.

Paus juga sebelumnya menyebut ancaman Trump untuk menghancurkan “peradaban Iran” sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”, serta berulang kali mengkritik kebijakan anti-imigran pemerintah AS.

Presiden AS donald Trumo mengunggah foto AI dirinya disamakan dengan Yesus Kristus. [Foto:

Trump Balas Serang, Kritik Paus dan Sekutu Eropa

Ketegangan semakin memanas setelah Trump memicu kontroversi dengan mengunggah gambar dirinya menyerupai Yesus Ktistus,  serta menuduh Paus sebagai sosok yang “lemah terhadap kejahatan” dan “gagal dalam kebijakan luar negeri.”

Ia bahkan mengklaim bahwa Paus menganggap kepemilikan senjata nuklir oleh Iran sebagai sesuatu yang dapat diterima—klaim yang tidak pernah dikonfirmasi oleh pihak Vatikan.

Dalam perkembangan lain, Trump juga menyerang Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, menyebutnya “pengecut” setelah ia membela Paus dan menolak memberikan akses pengisian bahan bakar bagi pesawat tempur AS di wilayah Sisilia.

Langkah Italia tersebut dinilai sebagai sinyal penolakan terhadap eskalasi militer yang dipimpin Washington.

Gencatan Senjata Sementara di Tengah Ketegangan

Perang yang pecah pada akhir Februari itu kini memasuki fase jeda, setelah diumumkannya gencatan senjata sementara selama dua pekan pada Rabu dini hari. Meski demikian, kehancuran besar telah melanda fasilitas militer dan sipil di Iran.

Di sisi lain, Washington dan Tel Aviv terus menuduh Teheran mengembangkan senjata nuklir—tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Iran dengan menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai.

(Samirmusa/arrahmah.id)