Memuat...

Penembakan di Sekolah Turki, Sejumlah Siswa Jadi Korban

Hanoum
Rabu, 15 April 2026 / 27 Syawal 1447 03:49
Penembakan di Sekolah Turki, Sejumlah Siswa Jadi Korban
Seorang pria bersenjata berjalan menyusuri koridor sekolah di Siverek, provinsi Sanliurfa, Turki, pada 14 April 2026, dalam sebuah gambar diam yang diperoleh dari video media sosial. [Foto: Reuters]

SANLIURFA (Arrahmah.id) -- Sebuah insiden penembakan terjadi di sekolah menengah di Siverek, Provinsi Şanlıurfa, Turki, pada Selasa (14/4/2026), menyebabkan sejumlah siswa dan guru menjadi korban luka, serta memicu kepanikan massal di lingkungan sekolah.

Dilansir Reuters (14/4), peristiwa ini terjadi di Ahmet Koyuncu Vocational and Technical Anatolian High School, ketika seorang pelaku berusia sekitar 18–19 tahun yang merupakan mantan siswa sekolah tersebut datang membawa senjata jenis shotgun dan melepaskan tembakan secara acak. Pelaku kemudian menembaki siswa dan guru di halaman hingga gedung sekolah.

Akibat serangan tersebut, sedikitnya 16 orang terluka, terdiri dari 10 siswa, empat guru, seorang petugas polisi, dan seorang pegawai kantin sekolah. Beberapa korban dilaporkan dalam kondisi serius dan telah dilarikan ke rumah sakit di pusat kota Şanlıurfa untuk penanganan lebih lanjut.

Gubernur Şanlıurfa, Hasan Şıldak, menyatakan bahwa pelaku menembak secara membabi buta sebelum akhirnya tewas di lokasi setelah dikepung aparat keamanan. Ia juga menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan motif serangan masih dalam penyelidikan.

Seorang saksi mata yang berada di lokasi menggambarkan situasi mencekam saat kejadian berlangsung. Ia mengatakan, “Dia menembak siapa saja yang ada di depannya, dan semua orang langsung berlarian saat mendengar teriakan siswa dan guru,” menggambarkan kepanikan yang terjadi di dalam sekolah.

Serangan ini tergolong jarang terjadi di Turki, yang tidak memiliki tingkat kekerasan senjata di sekolah setinggi beberapa negara lain. Namun, insiden ini kembali menyoroti pentingnya keamanan di lingkungan pendidikan serta kewaspadaan terhadap potensi ancaman dari individu yang memiliki keterkaitan dengan sekolah tersebut.

Pihak berwenang saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap motif pelaku dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan, sementara aktivitas sekolah dihentikan sementara waktu untuk alasan keamanan. (hanoum/arrahmah.id)