Memuat...

Italia Hentikan Pakta Pertahanan dengan 'Israel', Dipicu Konflik Timur Tengah

Hanoum
Rabu, 15 April 2026 / 27 Syawal 1447 04:02
Italia Hentikan Pakta Pertahanan dengan 'Israel', Dipicu Konflik Timur Tengah
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan konferensi pers bersama setelah pertemuan mereka pada 10 Maret 2023 di Palazzo Chigi di Roma. [Foto: Alberto PIZZOLI / AFP]

MILAN (Arrahmah.id) -- Pemerintah Italia resmi menghentikan kerja sama pertahanan militer dengan 'Israel' di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Giorgia Meloni pada Selasa (14/4/2026), dan dinilai sebagai langkah politik besar yang mencerminkan meningkatnya ketegangan internasional akibat perang di kawasan tersebut.

Keputusan tersebut diambil di Italia, tepatnya saat Meloni menghadiri sebuah acara di Verona. Ia menyatakan bahwa pemerintahnya menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan dengan 'Israel' yang selama ini mencakup kerja sama militer, pertukaran peralatan, dan riset teknologi.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap situasi konflik yang terus memburuk di Timur Tengah, termasuk serangan militer 'Israel' di wilayah seperti Gaza dan Lebanon, yang memicu kritik dari berbagai negara Eropa. Selain itu, laporan mengenai insiden tembakan peringatan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB asal Italia di Lebanon turut memperburuk hubungan kedua negara.

Menurut Al Jazeera (14/4/2026), perjanjian tersebut sebelumnya diperbarui secara otomatis setiap beberapa tahun. Namun, pemerintah Italia kini memilih untuk menghentikan mekanisme tersebut sebagai bentuk sikap politik terhadap eskalasi konflik dan dampaknya terhadap warga sipil.

Perdana Menteri Giorgia Meloni menegaskan alasan di balik keputusan tersebut. Ia mengatakan, Dengan mempertimbangkan situasi saat ini, pemerintah memutuskan untuk menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan dengan Israel,” menekankan bahwa kondisi geopolitik menjadi faktor utama kebijakan ini.

Keputusan ini juga dipengaruhi oleh tekanan domestik di Italia serta kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan keamanan dari konflik yang semakin meluas. Para pengamat menilai langkah ini sebagai sinyal perubahan sikap Italia yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu mitra dekat 'Israel' dalam kerja sama militer.

Meski demikian, pihak 'Israel' dilaporkan merespons dengan meremehkan dampak keputusan tersebut, menyebut bahwa perjanjian itu tidak memiliki pengaruh signifikan secara praktis. Namun, penghentian kerja sama ini tetap mencerminkan meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara di tengah konflik regional yang belum menunjukkan tanda mereda. (hanoum/arrahmah.id)