Memuat...

Usai Temui Hamas, Qalibaf: Iran akan Terus Mendukung Perlawanan

Zarah Amala
Senin, 6 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 10:19
Usai Temui Hamas, Qalibaf: Iran akan Terus Mendukung Perlawanan
Qalibaf: Amerika Serikat terpaksa mengakui sekutu kami dan front perlawanan (Associated Press)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa negaranya akan terus memberikan dukungan penuh kepada "Poros Perlawanan". Ia juga menyatakan bahwa Teheran tetap berada dalam posisi konfrontasi dengan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa pengakuan terhadap 'Israel' tidak ada dalam agenda politik Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Qalibaf dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Pimpinan Hamas, Muhammad Darwish, di Teheran pada Ahad (5/7/2026). Qalibaf menjelaskan bahwa Iran akan menyalurkan bantuan kepada Poros Perlawanan dalam bentuk "pasokan rudal jika dibutuhkan, dan dukungan politik jika diperlukan." Selain itu, ia berkomitmen untuk terus mengawal proses perdamaian tahap kedua di Gaza dengan serius.

Terkait negosiasi dengan Amerika Serikat, Qalibaf menekankan bahwa Teheran telah menetapkan garis merah yang jelas, di mana "Poros Perlawanan dan Lebanon" adalah poin yang tidak dapat ditawar. Ia menegaskan bahwa Iran tidak mundur dari tuntutan utama dalam nota kesepahaman yang ditandatangani dengan AS melalui mediasi Pakistan dan Qatar, yaitu penghentian perang terhadap sekutu-sekutunya di kawasan. Menurutnya, Amerika Serikat kini terpaksa mengakui eksistensi kelompok-kelompok tersebut melalui nota kesepahaman itu.

Qalibaf menyatakan bahwa kesiapan penuh untuk perang adalah syarat utama untuk melakukan negosiasi dari posisi yang kuat. Ia memperingatkan bahwa AS dan 'Israel' akan mengambil jalan perang jika mereka merasakan adanya kelemahan dalam semangat perlawanan Iran. Ia juga menggarisbawahi pentingnya diplomasi dalam melindungi dan mengamankan pencapaian-pencapaian militer.

Dalam pesannya kepada negara-negara di kawasan, Qalibaf menyatakan bahwa musuh telah menyadari perdamaian di kawasan dan Lebanon hanya bisa dicapai melalui Iran. Ia mengingatkan negara-negara regional bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak akan membawa keamanan atau kekuatan, melainkan kemakmuran dan stabilitas hanya dapat dicapai melalui kerja sama antarnegara di kawasan itu sendiri.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pimpinan Hamas, Muhammad Darwish, menyebut nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat sebagai sebuah kemenangan bagi Poros Perlawanan. Ia menambahkan bahwa setiap poin dalam nota tersebut mencerminkan keberhasilan bagi Iran dan kekalahan bagi pihak Amerika Serikat. (zarahamala/arrahmah.id)