Memuat...

'Kami Tidak Memahami Hamas': Penyelidikan 'Israel' Ungkap Kegagalan Intelijen Jangka Panjang

Zarah Amala
Senin, 6 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 10:45
'Kami Tidak Memahami Hamas': Penyelidikan 'Israel' Ungkap Kegagalan Intelijen Jangka Panjang
Abu Ubaidah, juru bicara militer Brigade Al-Qassam. (Foto: tangkapan video)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Hasil investigasi resmi militer 'Israel' menyimpulkan bahwa kegagalan keamanan menjelang operasi Hamas pada 7 Oktober 2023 bukan disebabkan oleh kurangnya pengumpulan data intelijen, melainkan akibat kesalahan interpretasi informasi selama bertahun-tahun serta keyakinan yang keliru bahwa Hamas telah berhasil diredam.

Temuan awal ini dipaparkan oleh Mayjen (Purn) Roni Numa, kepala tim investigasi militer 'Israel' terkait dokumen intelijen yang dikenal sebagai Jericho Wall, melalui siaran stasiun penyiaran publik 'Israel', KAN. Menurut Numa, investigasi ini tidak hanya merekonstruksi peristiwa 7 Oktober, tetapi secara spesifik mengkaji mengapa institusi militer dan intelijen 'Israel' gagal memahami niat Hamas meski telah mengumpulkan peringatan selama bertahun-tahun.

"Kami gagal menyadari bahwa kami tidak memahami Hamas," ujar Numa.

Investigasi tersebut mengungkapkan bahwa intelijen 'Israel' sebenarnya telah mengumpulkan informasi mengenai rencana Hamas untuk menembus sistem pertahanan sekitar Jalur Gaza sejak 2016. Penilaian tersebut diperbarui pada 2019 dan 2022, namun temuan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti dengan persiapan operasional yang memadai.

Dokumen Jericho Wall diketahui telah sampai ke tangan pejabat senior militer, termasuk komandan Komando Selatan dan Intelijen Militer. Namun, alih-alih menganggapnya sebagai bagian dari strategi operasional yang sedang berkembang, dokumen tersebut justru diperlakukan sebagai penilaian intelijen yang terisolasi. Hal ini memperkuat keyakinan di lingkungan keamanan bahwa Hamas tidak memiliki kemampuan maupun niat untuk meluncurkan serangan skala besar.

Numa mengkritik ketergantungan institusi yang berlebihan pada teknologi dengan mengorbankan keahlian manusia. Beberapa unit intelijen sempat meyakini bahwa spesialis bahasa Arab dapat digantikan oleh sistem penerjemahan otomatis. Menurut Numa, pendekatan ini adalah kesalahan analitis mendasar yang melemahkan kemampuan 'Israel' dalam memahami pola pikir, niat, dan perencanaan operasional Hamas.

Kesimpulan paling signifikan dari investigasi ini adalah bahwa kegagalan 'Israel' merupakan kegagalan konseptual dalam analisis intelijen. Asumsi bahwa Hamas telah berhasil diredam berakar kuat di seluruh jajaran keamanan 'Israel', bahkan bertahan di bawah kepemimpinan tiga kepala staf militer berturut-turut dan berbagai komandan intelijen senior.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa para pemimpin militer 'Israel' menjadi "tawanan" dari konsep strategis yang sudah mapan, yang menghalangi mereka untuk mengenali besarnya ancaman, meskipun mereka sebenarnya memiliki intelijen yang, jika dilihat kembali, menunjukkan persiapan Hamas untuk operasi 7 Oktober. Temuan ini menambah daftar panjang penyelidikan militer resmi 'Israel' yang mengaitkan peristiwa 7 Oktober dengan kegagalan sistemik dalam analisis, perencanaan, dan pengambilan keputusan, bukan sekadar kelalaian intelijen tunggal. (zarahamala/arrahmah.id)