Memuat...

Vonis Mati Atif Najib, Sepupu Bashar al-Assad yang Picu “Percikan Daraa”, Disambut Takbir Warga Suriah

Samir Musa
Selasa, 11 Agustus 2026 / 28 Safar 1448 19:12
Vonis Mati Atif Najib, Sepupu Bashar al-Assad yang Picu “Percikan Daraa”, Disambut Takbir Warga Suriah
Pengadilan Pidana Damaskus: Vonis mati dijatuhkan terhadap mantan pemimpin rezim Bashar al-Assad dan mantan Kepala Keamanan Politik Daraa, Atif Najib (Al Jazeera)

DAMASKUS (Arrahmah.id) – Warga Suriah dan pengguna media sosial ramai merespons vonis mati terhadap Atif Najib, mantan kepala Cabang Keamanan Politik di Provinsi Daraa sekaligus sepupu dari mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Pengadilan Pidana Keempat di Damaskus menjatuhkan hukuman mati kepada Atif Najib pada Selasa (11/8/2026), setelah seluruh rangkaian persidangannya diselesaikan.

Pengadilan juga menjatuhkan hukuman mati secara in absentia kepada Bashar al-Assad dan saudaranya, Maher al-Assad, serta mengeluarkan surat perintah pengejaran internasional terhadap keduanya.

Atif Najib dinyatakan bersalah atas penyiksaan terhadap sejumlah tahanan serta bertanggung jawab secara langsung atas kematian banyak korban.

Nama Atif Najib sangat lekat dengan peristiwa yang menjadi salah satu pemicu awal revolusi Suriah pada 2011. Pada Maret 2011, aparat di bawah kepemimpinannya menangkap dan menyiksa 15 anak dari Daraa hanya karena mereka menulis slogan-slogan yang menentang rezim di dinding sekolah.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu titik awal gelombang demonstrasi yang berkembang menjadi revolusi Suriah dan konflik berkepanjangan.

Dilansir Al Jazeera, setelah kabar vonis tersebut beredar, sejumlah masjid di Provinsi Daraa terdengar mengumandangkan takbir dan tahmid sebagai bentuk kegembiraan atas dijatuhkannya hukuman terhadap salah satu tokoh yang dianggap bertanggung jawab atas penindasan pada era sebelumnya.

Sejumlah aktivis sipil dan pengguna media sosial menyebut keputusan tersebut sebagai “hari bersejarah untuk mengembalikan hak kepada pemiliknya”. Mereka menilai vonis itu menjadi langkah awal dalam proses pertanggungjawaban terhadap para tokoh yang terlibat dalam penindasan rakyat Suriah.

Ketua Badan Nasional Keadilan Transisi Suriah, Abdul Basit Abdul Latif, mengatakan putusan terhadap Atif Najib bukanlah akhir dari proses hukum.

“Pengadilan telah menyampaikan putusannya dalam kasus Atif Najib. Ini bukan akhir perjalanan, tetapi sebuah tahapan penting menuju keadilan, pemulihan hak-hak korban, dan penguatan supremasi hukum,” ujarnya.

Sejumlah aktivis juga menyerukan agar proses keadilan transisi dilanjutkan secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pelanggaran, termasuk kejahatan perang selama revolusi Suriah, tanpa pengecualian.

Seorang blogger menyebut hukuman berat terhadap mereka yang disebutnya sebagai kelompok pembunuh dan pelaku korupsi merupakan awal untuk menghapus catatan kelam masa lalu dan membangun sejarah baru yang berlandaskan keadilan di Suriah.

Sebelum vonis dibacakan, rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen ketika Atif Najib tiba di Pengadilan Pidana Keempat di Damaskus.

Ketua Badan Pusat Pengawasan dan Inspeksi, Amer al-Ali, juga menanggapi putusan tersebut melalui akun X.

“Bertahun-tahun penindasan, pembunuhan dan penyiksaan… air mata para ibu yang tak kunjung kering, hati keluarga para syuhada yang tak mengenal lupa, serta jeritan para korban penyiksaan yang menjadi saksi salah satu masa paling menyakitkan dalam sejarah Suriah. Hari ini, keadilan berbicara,” tulisnya.

Ia menambahkan bahwa hukuman mati terhadap Bashar al-Assad dan Atif Najib setelah keduanya dinyatakan bersalah atas pembunuhan yang disengaja serta penyiksaan terhadap warga Suriah bukanlah tindakan balas dendam.

“Ini adalah hak para korban, keadilan bagi para syuhada dan keluarga mereka, serta pesan kepada setiap orang yang dizalimi bahwa darah mereka tidak dilupakan. Betapapun lamanya kezaliman berlangsung, pada akhirnya ia harus mendapatkan balasan,” katanya.

“Di Suriah baru, tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum. Keadilan adalah jalan untuk memulihkan luka bangsa,” lanjutnya.

(Samirmusa/arrahmah.id)