LYON (Arrahmah.id) - Wali Kota Vénissieux, Idir Boumertit, mengibarkan bendera Palestina di bagian depan gedung balai kota di Vénissieux, dekat Lyon, Prancis timur, pada Selasa (22/9/2026).
Dalam video yang diunggah di media sosial, Boumertit terlihat memasang dua bendera Palestina dan dua bendera Prancis di atas pintu masuk balai kota. Boumertit merupakan anggota partai La France Insoumise (LFI).
Menurut media Prancis, pemasangan bendera tersebut dimaksudkan sebagai langkah simbolis untuk memperingati satu tahun pengakuan Prancis terhadap Negara Palestina. Boumertit sebelumnya mengatakan bendera itu hanya akan dipasang selama sekitar 24 jam.
Langkah tersebut mendapat respons dari Prefektur Rhône. Prefek meminta bendera Palestina dicopot dengan alasan prinsip netralitas layanan publik dan mengancam membawa perkara tersebut ke pengadilan administratif jika permintaan itu tidak dipenuhi.
Boumertit kemudian mencopot bendera tersebut pada Rabu (23/9). Namun, ia membantah pencopotan itu dilakukan karena perintah pemerintah daerah dan mengatakan sejak awal memang berencana menurunkannya setelah peringatan satu hari tersebut.
Sebelumnya, pada 2025, sebanyak 86 pemerintah kota di Prancis dilaporkan mengibarkan bendera Palestina untuk memperingati pengakuan Prancis terhadap Negara Palestina.
Pada 22 September 2025, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pengakuan resmi negaranya terhadap Negara Palestina dari markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Macron mengatakan pengakuan tersebut membuka jalan bagi rencana perdamaian dan upaya menghentikan siklus kekerasan di kawasan. (zarahamala/arrahmah.id)
