Memuat...

YouTube Hapus Akun Lego AI yang Berani Olok-olok Trump, Iran Layangkan Kecaman

Zarah Amala
Rabu, 15 April 2026 / 27 Syawal 1447 10:31
YouTube Hapus Akun Lego AI yang Berani Olok-olok Trump, Iran Layangkan Kecaman
Foto ilustrasi ini, yang dibuat di Los Angeles, AS, pada 9 April 2026, menunjukkan video bertema perang yang dihasilkan AI bergaya Lego yang diputar di ponsel pintar [Chris Delmas/AFP]

TEHERAN (Arrahmah.id) - Pemerintah Iran secara resmi mengecam tindakan YouTube yang memblokir akun grup kreator Explosive Media. Pemblokiran ini terjadi tak lama setelah grup tersebut merilis video animasi bergaya Lego yang mengejek Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan mendeklarasikan kemenangan Iran dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung.

YouTube menghentikan akun tersebut dengan alasan "konten kekerasan" (violent content). Namun, pihak Explosive Media membantah tuduhan tersebut melalui unggahan di platform X pada Jumat lalu (10/4/2026). “Serius! Apakah animasi gaya LEGO kami benar-benar mengandung kekerasan?” tulis grup tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut langkah YouTube sebagai upaya sistematis untuk membungkam narasi independen mengenai perang AS-'Israel' terhadap Iran.

"Di negeri yang dengan bangga menjadi rumah bagi Pixar, DreamWorks, dan Disney, sebuah saluran animasi YouTube independen, yang tumbuh secara organik dengan menggambarkan agresi AS, tiba-tiba ditutup! Mengapa?!" ujar Baghaei melalui akun X-nya pada Senin (13/4/2026).

Baghaei menambahkan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk melindungi narasi palsu pemerintahan Amerika dari suara-suara kompetitif dan menyembunyikan fakta tentang apa yang ia sebut sebagai perang ilegal di Iran.

Video Meme dan Narasi "TACO"

Explosive Media, yang mengklaim sebagai kelompok independen meskipun banyak dicurigai memiliki hubungan dengan pemerintah Iran, telah menghasilkan serangkaian video meme yang ditonton jutaan kali selama konflik 46 hari ini.

Beberapa konten yang memicu kontroversi antara lain:

Setelah pengumuman gencatan senjata dua pekan pada 7 April lalu, mereka mengunggah video dengan takarir: "Cara menghancurkan imperialisme telah ditunjukkan kepada dunia. Trump menyerah. IRAN MENANG."

Grup ini juga mempopulerkan akronim "TACO" (Trump Always Chickens Out) untuk menggambarkan Trump sebagai pemimpin yang selalu pengecut.

Salah satu klip menggambarkan Trump dengan kepala kuning besar dan bagian belakang yang terbakar, memegang papan bertuliskan: "VICTORY! I am a loser."

Analis media mencatat bahwa video-video Explosive Media secara cerdik memanfaatkan budaya populer AS untuk menjangkau audiens Barat. Mereka secara konsisten menggambarkan Trump sebagai sosok yang tua, terisolasi, sering tantrum seperti anak kecil, dan terputus dari kenyataan lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, akun Explosive Media di platform lain dilaporkan masih aktif, sementara YouTube belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagian spesifik dari video animasi tersebut yang dianggap melanggar kebijakan konten kekerasan mereka. (zarahamala/arrahmah.id)