Memuat...

Perang Biaya: Iran Klaim Kerugian Rp4.300 Triliun, 'Israel' Sebut Pengeluaran Jauh Lebih Kecil

Zarah Amala
Rabu, 15 April 2026 / 27 Syawal 1447 10:46
Perang Biaya: Iran Klaim Kerugian Rp4.300 Triliun, 'Israel' Sebut Pengeluaran Jauh Lebih Kecil
AS, 'Israel', dan Iran sedang menghitung kerugian akibat lima pekan kampanye militer berkelanjutan [Getty]

TEHERAN (Arrahmah.id) - Dampak finansial dari perang antara Amerika Serikat-'Israel' melawan Iran kini mulai terkuak dengan angka yang sangat kontras. Teheran mengeklaim kerugian infrastruktur yang masif mencapai ratusan miliar dolar, sementara 'Israel' melaporkan pengeluaran anggaran yang relatif jauh lebih rendah untuk operasi militer mereka.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan bahwa kampanye pengeboman gabungan AS-'Israel' telah menyebabkan kerugian sekitar $270 miliar (sekitar Rp4.300 triliun). Angka ini disebut sebagai taksiran awal yang mencakup kerusakan bangunan fisik, hilangnya pendapatan anggaran, hingga dampak luas dari penutupan industri nasional.

Selain kerusakan finansial, Teheran menyoroti dampak kemanusiaan yang menghancurkan. Laporan menyebutkan sedikitnya 3.540 orang tewas, termasuk 244 anak-anak, dalam konflik yang menghancurkan infrastruktur kritis dan pemukiman warga tersebut.

Dalam upaya pemulihan, delegasi Iran di Islamabad kini menuntut ganti rugi melalui jalur hukum internasional. Tim negosiasi mendesak adanya biaya perbaikan militer dari Amerika Serikat.

Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani, menuntut kompensasi dari Bahrain, Arab Saudi, Qatar, UEA, dan Yordania. Teheran berargumen bahwa negara-negara tersebut melakukan "tindakan agresi" karena mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh militer AS dan 'Israel'.

Anggaran Perang 'Israel'

Di sisi lain, Kementerian Keuangan 'Israel' merilis angka yang jauh lebih kecil. Mereka memperkirakan biaya anggaran perang hanya sebesar 35 miliar shekel (sekitar $1,5 miliar), 22 miliar shekel untuk biaya militer langsung, 12 miliar shekel kompensasi bisnis/rumah tangga, dan 1 miliar shekel pengeluaran sipil.

Angka ini disanggah oleh Kementerian Pertahanan 'Israel' yang mengeklaim biaya kampanye melawan Iran saja mencapai 39 miliar shekel, belum termasuk operasi di Lebanon yang melibatkan 120.000 tentara.

Teka-teki Biaya Washington

Hingga kini, Amerika Serikat belum merilis laporan resmi total biaya perang. Namun, berbagai analisis menunjukkan angka yang mencengangkan. Pentagon pada briefing awal Kongres menyarankan enam hari pertama saja menghabiskan $11,3 miliar.

Center for Strategic and International Studies mencatat kehilangan aset besar, termasuk sistem radar senilai $1,1 miliar di Qatar dan pesawat AWACS senilai $700 juta di Arab Saudi.

Pakar kebijakan publik di Harvard Kennedy School memperkirakan biaya perang mencapai $2 miliar per hari. Hal ini menjelaskan mengapa Presiden Donald Trump meminta tambahan anggaran pertahanan sebesar $1,5 triliun kepada Kongres.

Para analis berpendapat bahwa tanpa adanya estimasi resmi yang komprehensif, publik masih akan terus mempertanyakan seberapa besar pajak warga AS yang terserap untuk perbaikan alutsista, komitmen jangka panjang di kawasan, serta biaya pemeliharaan blokade laut di Selat Hormuz yang saat ini masih berlangsung. (zarahamala/arrahmah.id)