Memuat...

49 Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Alami Mual-Muntah Setelah Santap MBG

Ameera
Kamis, 3 September 2026 / 22 Rabiulawal 1448 14:41
49 Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Alami Mual-Muntah Setelah Santap MBG
49 Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Alami Mual-Muntah Setelah Santap MBG

NGANJUK (Arrahmah.id) — Puluhan siswa dan seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Jawa Timur, mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan seperti pusing, mual, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di lingkungan sekolah.

Menu MBG yang dikonsumsi para pelajar tersebut terdiri dari nasi goreng, ayam suwir, dan tahu bulat. Hidangan tersebut didistribusikan ke SMAN 3 Nganjuk sekitar pukul 10.00 WIB sebelum kemudian disantap oleh para siswa.

Tak lama setelah mengonsumsi makanan, sejumlah siswa mulai merasakan gejala gangguan kesehatan. Keluhan yang muncul di antaranya pusing, mual, hingga muntah.

Sebanyak 49 orang kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka menjalani pemeriksaan dan penanganan di antaranya di Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk, dan RS Bhayangkara Nganjuk.

Penanganan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi para siswa dan guru yang mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG.

Hingga kini, pihak sekolah bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk masih melakukan pendataan dan penelusuran terkait kejadian tersebut. Penyebab pasti munculnya keluhan massal tersebut juga belum dapat dipastikan.

Pihak terkait masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa untuk mengetahui apakah terdapat kandungan atau bahan tertentu yang menjadi pemicu munculnya gejala tersebut.

Kejadian ini menjadi perhatian mengingat makanan yang dikonsumsi para siswa merupakan bagian dari program MBG yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik.

Pihak sekolah dan pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan serta pendataan lebih lanjut sebelum menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Masyarakat juga diimbau tidak berspekulasi mengenai penyebab keluhan sebelum hasil pemeriksaan dari pihak berwenang keluar.

Dengan adanya kejadian ini, evaluasi terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan MBG di sekolah tersebut menjadi penting untuk memastikan makanan yang diberikan kepada para siswa memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

(ameera/arrahmah.id)