Memuat...

Afghan Fund Raup Keuntungan Lebih dari $661 Juta, Aset Mencapai $4,19 Miliar

Hanin Mazaya
Senin, 17 Agustus 2026 / 5 Rabiulawal 1448 17:45
Afghan Fund Raup Keuntungan Lebih dari $661 Juta, Aset Mencapai $4,19 Miliar
Shah Mohammad Mehrabi. (Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Afghan Fund telah mencatatkan keuntungan lebih dari $661 juta sejak didirikan, dan total asetnya mencapai $4,19 miliar per tanggal 9 Asad tahun berjalan (31 Juli).

Shah Mohammad Mehrabi, anggota Dewan Pembina Afghan Fund, menyatakan bahwa dana tersebut dibentuk untuk melindungi cadangan devisa Afghanistan dan, dalam kondisi tertentu, mendukung stabilitas nilai tukar serta harga.

Ia menambahkan bahwa dana tersebut tidak dibentuk untuk membiayai pengeluaran pemerintah, menyalurkan bantuan kemanusiaan, ataupun melakukan pembayaran langsung kepada organisasi-organisasi. Sebaliknya, tujuan utamanya adalah menjaga cadangan devisa dan meningkatkan nilainya melalui pengelolaan yang bijaksana.

Mehrabi mengatakan: "Per tanggal 9 Asad tahun ini , aset dana tersebut telah mencapai $4,19 miliar, dan telah menghasilkan keuntungan lebih dari $661 juta sejak pendiriannya. Pertumbuhan ini—yang dicapai tanpa mengurangi nilai pokok dana—menunjukkan bahwa tujuan utama dana tersebut adalah menjaga dan meningkatkan nilai cadangan devisa Afghanistan, bukan untuk membelanjakannya."

Mehrabi menambahkan bahwa mengingat ketergantungan Afghanistan pada impor dan pentingnya nilai tukar mata uang afghani terhadap dolar AS, menjaga cadangan devisa dapat membantu menstabilkan mata uang nasional dan mencegah fluktuasi harga yang tajam, lansir Tolo News (16/8/2026).

Ia menegaskan bahwa penggunaan aset dana tersebut hanya dimungkinkan dalam kondisi hukum tertentu dan setelah langkah-langkah pengamanan yang diperlukan telah diterapkan.

Mehrabi mengatakan: "Dana ini tidak dibentuk untuk membiayai pengeluaran sehari-hari. Perannya adalah menjaga cadangan devisa, mengelola risiko keuangan, dan memastikan aset-aset ini tetap tersedia untuk saat ketika Afghanistan dapat kembali menggunakan cadangan bank sentralnya secara normal."

Abdul Basir Taraki, seorang analis ekonomi, mengatakan: "Jika dana ini telah dibekukan selama lima tahun dan tetap tidak dapat diakses oleh Imarah Islam, tidak diragukan lagi bahwa jika situasi ini berlanjut, kondisi ekonomi masyarakat akan semakin memburuk dari hari ke hari."

Sementara itu, Imarah Islam mendesak Amerika Serikat untuk melepas seluruh aset Afghanistan. Abdul Latif Nazari, Wakil Menteri Ekonomi bidang Profesional, mengatakan: “Aset milik rakyat Afghanistan senilai lebih dari 8 miliar dolar AS telah dibekukan oleh Amerika Serikat. Kami ingin aset-aset ini segera dicairkan dan dapat dimanfaatkan oleh rakyat Afghanistan. Berlanjutnya situasi ini bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip hubungan internasional.”

Azizurrahman Rahmani, seorang analis ekonomi, mengatakan: “Semakin banyak aset tersebut dikembalikan ke negara kita dan dapat digunakan oleh pemerintah untuk kegiatan ekonomi, semakin besar pula dampak positifnya terhadap perekonomian Afghanistan secara keseluruhan, termasuk terhadap PDB-nya.”

Afghan Fund (Dana Afghanistan) didirikan di Swiss pada 14 September 2022, dengan dana cadangan awal sebesar 3,5 miliar dolar AS yang berasal dari bank sentral Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.id)