KANDAHAR (Arrahmah.id) - Peringatan lima tahun berdirinya Imarah Islam ditandai dengan sebuah acara di Kandahar yang dihadiri oleh amir Imarah Islam Afghanistan (IIA).
Dalam acara tersebut, sang amir menyerukan kepada masyarakat untuk menjaga persatuan dan sikap saling menerima yang telah terjalin.
Di bagian lain pidatonya, Syekh Hibatullah Akhundzada menekankan pentingnya menjamin keadilan dan menerapkan ketentuan Syariat Islam, lansir Tolo News (17/8/206).
Syekh Hibatullah Akhundzada, amir IIA, mengatakan: "Saya menetapkan dan menerapkan ketentuan Syariat kepada Anda sekalian. Saya tidak diperbolehkan bertindak menyalahi Syariat, dan saya berjanji untuk bertindak sesuai dengannya. Syariat yang saya terapkan kepada Anda, saya terapkan pula pada diri saya sendiri, dan saya menganggap diri saya terikat olehnya."
Dalam bagian lain pidatonya, pemimpin Imarah Islam menyatakan bahwa, berbeda dengan masa lalu, pemerintah saat ini menjalankan otoritas yang tegas di seluruh wilayah negara.
Syekh Hibatullah Akhundzada, yang menyatakan bahwa Afghanistan menginginkan hubungan baik dengan dunia internasional berdasarkan Syariat Islam, juga mengkritik masyarakat internasional karena tidak mengakui pemerintahan saat ini.
Ia melanjutkan: "Pemerintahan sebelumnya, yang bahkan tidak memiliki kendali atas satu distrik pun, diakui oleh dunia. Hari ini, pemerintah Imarah Islam menguasai seluruh Afghanistan, namun tidak diakui."
Pada tanggal 24 Asad 1400 (15 Agustus 2021), jatuhnya Kabul mengakhiri sistem republik di negara tersebut dan menandai dimulainya babak baru dalam sejarah kontemporer Afghanistan.
Sejak tahun 2021, peringatan ini telah dirayakan di berbagai wilayah negara tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)
