Memuat...

Armada Kemanusiaan Bertolak dari Barcelona, 40 Kapal Siap Tembus Blokade Gaza

Zarah Amala
Kamis, 16 April 2026 / 28 Syawal 1447 13:20
Armada Kemanusiaan Bertolak dari Barcelona, 40 Kapal Siap Tembus Blokade Gaza
Ratusan aktivis pro-Palestina berpartisipasi dalam armada tersebut dalam upaya baru untuk mematahkan blokade di Jalur Gaza (Associated Press).

BARCELONA (Arrahmah.id) - "Global Resilience Flotilla" atau Armada Ketahanan Global yang terdiri dari sekitar 40 kapal resmi berlayar dari Barcelona, Spanyol, menuju Jalur Gaza pada Rabu (15/4/2026). Misi ini merupakan upaya terbaru aktivis internasional untuk menembus blokade laut 'Israel' dan menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke warga Palestina.

Keberangkatan armada yang sebagian besar terdiri dari kapal layar ini sempat tertunda dari jadwal semula pada hari Minggu akibat cuaca buruk. Kapal-kapal tersebut akhirnya bertolak dari pelabuhan Barcelona pada pukul 11:30 waktu setempat (09:30 GMT).

Berdasarkan pernyataan penyelenggara, misi ini melibatkan koordinasi dari berbagai pelabuhan di Eropa. Sekitar 20 kapal telah berangkat dari Marseille pekan lalu untuk bergabung dengan rombongan utama. Kapal-kapal tambahan dijadwalkan akan bertolak dari Sirakusa, Sisilia, pada 24 April mendatang.

Seluruh armada dijadwalkan singgah selama satu minggu di Italia Selatan untuk menjalani pelatihan aksi "non-kekerasan" sebagai persiapan menghadapi potensi konfrontasi di laut.

Misi "Resilience" ini bertujuan untuk memobilisasi ratusan aktivis pro-Palestina dari puluhan negara guna meningkatkan tekanan internasional terhadap blokade 'Israel' yang kian mencekik Gaza.

Bayang-bayang Tragedi 2025

Upaya kali ini dilakukan dengan kewaspadaan tinggi mengingat insiden berdarah pada Oktober 2025. Saat itu, militer 'Israel' menyerang armada serupa yang terdiri dari 50 kapal di perairan internasional.

Ratusan aktivis, termasuk aktivis iklim ternama Greta Thunberg, sempat ditahan oleh otoritas 'Israel' sebelum akhirnya dideportasi.

Para aktivis yang dibebaskan memberikan kesaksian mengenai penyiksaan dan penganiayaan selama dalam tahanan 'Israel'.

Kejaksaan di Roma saat ini tengah menyelidiki pengaduan dari aktivis Italia terkait tuduhan percobaan pembunuhan, pembajakan laut, serta pelanggaran keamanan navigasi yang dilakukan oleh militer 'Israel' dalam insiden tahun lalu tersebut.

Keberangkatan armada ini terjadi di saat tensi kawasan sedang memuncak. Perdana Menteri 'Israel', Benjamin Netanyahu, baru-baru ini menyatakan kesiapannya menghadapi skenario apa pun terkait konflik dengan Iran, sementara 'Israel' tetap mempertahankan pengawasan ketat terhadap semua bantuan yang mencoba memasuki Gaza melalui jalur laut. (zarahamala/arrahmah.id)