Memuat...

Asy Syabaab Rilis Video Idul Fitri, Jubir Perkenalkan Anaknya sebagai Pelaku Bom Syahid

Hanoum
Senin, 23 Maret 2026 / 4 Syawal 1447 04:44
Asy Syabaab Rilis Video Idul Fitri, Jubir Perkenalkan Anaknya sebagai Pelaku Bom Syahid
Ali Mohamed Rage (kanan), salah satu pejabat tinggi Al-Shabaab, bersama putranya, yang merupakan salah satu pelaku bom bunuh diri selama serangan penjara Godka Jilacow. [Foto: Long War Journal]

MOGADISHU (Arrahmah.id) -- Kelompok militan Asy Syabaab merilis video propaganda terbaru bertepatan dengan Idul Fitri yang menampilkan juru bicaranya memperkenalkan anaknya sendiri sebagai pelaku bom syahid dalam serangan di Mogadishu pada Oktober lalu.

Dalam video tersebut, seperti dilansir Long War Journal (22/3/2026), juri bicara Asy Syabaab, Ali Mohamed Rage, terlihat memuji aksi anaknya yang disebut sebagai “syahid” setelah terlibat dalam serangan terhadap fasilitas penjara di Mogadishu. Serangan itu merupakan bagian dari operasi besar kelompok tersebut yang menargetkan kompleks penahanan milik badan intelijen Somalia.

Serangan Oktober tersebut diawali dengan bom mobil bunuh diri yang menghantam gerbang utama penjara, diikuti oleh serbuan militan bersenjata yang menyamar sebagai aparat keamanan. Aksi itu memungkinkan sejumlah tahanan melarikan diri dan menunjukkan kemampuan infiltrasi tinggi kelompok tersebut terhadap fasilitas keamanan negara.

Media internasional menuduh video terbaru ini sebagai bagian dari strategi propaganda Asy Syabaab untuk merekrut anggota baru dan memperkuat narasi jihad, termasuk dengan menampilkan keterlibatan keluarga inti dalam aksi jihad.

Sebagai afiliasi Al-Qaeda di Afrika Timur, Asy Syabaab telah lama menggunakan serangan bunuh diri sebagai taktik utama dalam konflik bersenjata di Somalia. Kelompok ini diketahui secara rutin mengklaim serangan besar, termasuk terhadap fasilitas militer, pemerintah, dan target sipil.

Serangan terhadap penjara di Mogadishu sendiri mendapat kecaman luas dari berbagai pihak internasional, yang menilai aksi tersebut sebagai ancaman serius terhadap stabilitas keamanan di Somalia. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini juga terus meningkatkan intensitas serangan di wilayah selatan dan tengah negara tersebut. (hanoum/arrahmah.id)