Memuat...

Blokade Hormuz Dimulai! Iran Tantang AS dan “Israel”, Dunia di Ambang Krisis

Samir Musa
Jumat, 27 Maret 2026 / 8 Syawal 1447 20:22
Blokade Hormuz Dimulai! Iran Tantang AS dan “Israel”, Dunia di Ambang Krisis
Kapal pengangkut gas alam cair tiba di India pada 17 Maret lalu setelah Iran mengizinkan kapal tersebut melintas melalui Selat Hormuz (AFP).

TEHERAN (Arrahmah.id) — Korps Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz kini ditutup sepenuhnya, dan setiap upaya untuk melintas akan dihadapi dengan tindakan tegas. Mereka juga menyatakan telah memaksa sejumlah kapal yang mencoba melintas untuk kembali.

Dalam pernyataan yang disiarkan pada Jumat (27/3), Garda Revolusi menegaskan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melewati selat tersebut, terutama kapal yang menuju atau berasal dari negara sekutu Amerika Serikat dan “Israel”.

Dikutip dari kantor berita Tasnim, pihak Garda Revolusi mengatakan, “Tiga kapal kargo dari berbagai negara mencoba bergerak menuju jalur yang ditentukan di Selat Hormuz untuk melintas dengan izin.” Namun, upaya tersebut disebut dilakukan berdasarkan klaim “menyesatkan” dari Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan selat.

“Kapal-kapal tersebut telah diperingatkan oleh angkatan laut Garda Revolusi dan dipaksa kembali,” tambah pernyataan itu.

Seruan Penyelesaian Cepat

Di sisi lain, Inggris melalui Menteri Luar Negeri Yvette Cooper menyerukan penyelesaian cepat terhadap konflik yang sedang berlangsung. Ia menuduh Teheran “menyandera ekonomi global” dengan menutup jalur vital perdagangan dunia tersebut.

Dalam pertemuan tingkat menteri negara-negara G7 di Prancis, Cooper menyatakan, “Kami dengan jelas ingin melihat penyelesaian cepat atas konflik ini guna memulihkan stabilitas kawasan.”

Ia menambahkan bahwa dunia tidak bisa membiarkan Iran mengganggu jalur pelayaran internasional melalui Selat Hormuz yang sangat vital bagi perdagangan global.

Kapal China Berbalik Arah

Sementara itu, laporan menyebutkan dua kapal kontainer besar yang terkait dengan perusahaan pelayaran milik pemerintah China, COSCO, sempat mencoba keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz sebelum akhirnya berbalik arah secara mendadak.

Data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg menunjukkan kedua kapal tersebut berbalik di dekat Pulau Larak dan Qeshm, dekat pintu keluar Selat Hormuz, sebelum mengubah arah ke timur laut di lepas pantai Dubai.

Ratusan Kapal Menunggu

Sebelumnya, kantor berita Fars melaporkan lebih dari 350 kapal tanker minyak dan gas saat ini menunggu izin dari Teheran untuk melintas di Selat Hormuz. Iran bahkan disebut meminta kapal-kapal tersebut untuk mematikan sistem pelacakan mereka dan tetap menunggu.

Data dari organisasi maritim internasional menunjukkan sekitar 20.000 pelaut di atas hampir 3.200 kapal kini terjebak di wilayah barat Selat Hormuz sejak penutupan diumumkan.

Selain itu, sedikitnya 21 kapal dilaporkan mengalami serangan atau ancaman sejak konflik dimulai.

Menurut laporan tersebut, kapal-kapal yang tertahan terdiri dari 25 tanker minyak raksasa, sekitar 200 tanker minyak biasa, serta 70 kapal pengangkut gas alam.

Klaim Berbeda dari Trump

Di tengah ketegangan ini, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa Iran tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan sebagian kapal tanker melintas sebagai “isyarat niat baik” dalam perundingan yang bertujuan mengakhiri konflik.

Namun, pernyataan terbaru dari Garda Revolusi menunjukkan sikap yang berseberangan dengan klaim tersebut.

(Samirmusa/arrahmah.id)