Memuat...

Daftar Panjang Syuhada al-Qassam di Bawah Mesin Perang 'Israel'

Zarah Amala
Sabtu, 16 Mei 2026 / 29 Zulkaidah 1447 10:34
Daftar Panjang Syuhada al-Qassam di Bawah Mesin Perang 'Israel'
Sejumlah pemimpin Al-Qassam yang dinyatakan sebagai syuhada (media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Meskipun gencatan senjata telah diumumkan setelah perang yang berkecamuk selama lebih dari dua tahun di Jalur Gaza, 'Israel' terus melanjutkan kebijakan pembunuhan bertarget (targeted assassination). Target utama militer 'Israel' tetap sama sejak 7 Oktober 2023 adalah melenyapkan barisan komando inti Brigade Izzuddin al-Qassam.

Eskalasi terbaru terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026, ketika Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengumumkan keberhasilan mereka membunuh Izzuddin al-Haddad, tokoh yang diyakini menjabat sebagai Panglima Tertinggi Al-Qassam yang baru.

Meskipun Hamas selalu menegaskan bahwa gugurnya seorang pemimpin akan digantikan oleh pemimpin lainnya, kehilangan barisan komando berikut menandai babak paling berdarah dalam sejarah al-Qassam.

Izzuddin al-Haddad (Gugur 15 Mei 2026) adalah panglima Komando yang juga menjabat sebagai Panglima Brigade Gaza. Rumah dan kendaraannya di lingkungan Rimal, Kota Gaza, dihantam serangan udara jet tempur dan drone 'Israel', menewaskan al-Haddad bersama 6 orang lainnya. Ia disebut-sebut menggantikan posisi Muhammad al-Sinwar.

Muhammad al-Deif (Gugur 14 Juli 2024) adalah panglima Tertinggi ikonik al-Qassam yang paling diburu 'Israel'. Ia gugur dalam pembantaian Al-Mawasi di Khan Younis yang menewaskan 90 warga. Hamas mengonfirmasi kesyahidannya secara resmi pada 30 Januari 2025.

Marwan Issa (Gugur Maret 2024), wakil Panglima Tertinggi dan "tangan kanan" Muhammad al-Deif. Dikenal 'Israel' sebagai sosok yang cerdas dan hemat bicara. Ia gugur dalam serangan udara di kamp Al-Nuseirat.

Muhammad al-Sinwar (Gugur 13 Mei 2025), adik kandung mendiang Yahya al-Sinwar. Ia sempat menggantikan posisi Muhammad al-Deif sebagai Panglima Tertinggi sebelum akhirnya gugur dalam serangan udara di Khan Younis.

Di jajaran komandan wilayah atau panglima brigade, Al-Qassam kehilangan sejumlah pilar pentingnya, dimulai dari Ahmad al-Ghandour yang gugur pada 26 November 2023. Al-Ghandour merupakan Panglima Brigade Gaza Utara sekaligus orang ketiga dalam struktur kepemimpinan tertinggi Al-Qassam, yang gugur tepat pada hari-hari pertama jeda kemanusiaan di awal perang.

Jauh sebelum itu, pada 17 Oktober 2023, Ayman Nofal selaku Panglima Brigade Gaza Tengah sekaligus Kepala Hubungan Militer, telah lebih dulu gugur akibat serangan udara jet tempur 'Israel' yang menghantam rumahnya di kamp Al-Bureij.

Daftar kehilangan ini kian panjang setelah Rafeh Salama, Panglima Brigade Khan Yunis yang dikenal sebagai salah satu arsitek utama di balik operasi 7 Oktober, dinyatakan gugur bersama Panglima Tertinggi Muhammad al-Deif dalam sebuah pembantaian udara oleh 'Israel' di wilayah Al-Mawasi pada 13 Juli 2024.

Di sektor logistik, perencanaan, dan sistem persenjataan, Brigade Al-Qassam juga harus kehilangan para perwira terbaiknya, termasuk Raed Saad yang gugur pada 13 Desember 2025. Sebagai Kepala Otoritas Operasi dan Manufaktur, Saad merupakan buronan kawakan yang diburu 'Israel' selama 35 tahun sekaligus otak utama di balik pembentukan pasukan elit "Nukhba".

Sebelumnya, pada Maret 2024, Ghazi Abu Tama'ah selaku Kepala Otoritas Dukungan Tempur dan Urusan Senjata, gugur dalam serangan udara di Nuseirat bersama Wakil Panglima Tertinggi Marwan Issa.

Memasuki tahun berikutnya, tepatnya pada 29 Maret 2025, Raed Thabet yang menjabat sebagai Kepala Otoritas Pasokan dan Sumber Daya Manusia juga dinyatakan gugur, sosoknya digambarkan oleh intelijen 'Israel' sebagai pusat pengetahuan utama bagi rantai pasokan dan sistem persenjataan Hamas.

Hakam al-Aissa alias Abu Omar as-Suri, yang merupakan pendiri Akademi Militer Al-Qassam sekaligus Kepala Korps Senjata yang berjasa mentransfer keahlian militer luar negeri ke Gaza sejak tahun 2005, gugur dalam sebuah serangan udara pada Juni 2025.

Melengkapi daftar tersebut, juru bicara militer legendaris yang identitasnya disembunyikan di balik balutan keffiyeh selama dua dekade. Setelah 'Israel' mengumumkan berhasil menargetkannya, Hamas merilis nama aslinya dalam upacara duka resmi pada 29 Desember 2025, sekaligus mengumumkan juru bicara baru yang mewarisi nama gelar Abu Ubaidah untuk melanjutkan perang informasi. (zarahamala/arrahmah.id)