Memuat...

Breaking News: Amerika Serikat dan 'Israel' Luncurkan Serangan Gabungan ke Iran

Zarah Amala
Sabtu, 28 Februari 2026 / 11 Ramadan 1447 15:31
Breaking News: Amerika Serikat dan 'Israel' Luncurkan Serangan Gabungan ke Iran
Ledakan guncang sejumlah kota di Iran. Foto: via @GlobeEyeNews

TEHERAN (Arrahmah.id) - Amerika Serikat dan 'Israel' meluncurkan operasi militer gabungan berskala luas terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi dimulainya operasi tersebut dengan pernyataan, "Kami baru saja memulai operasi tempur berskala luas di Iran."

Di lapangan, ledakan-ledakan besar terdengar di ibu kota Teheran dan sejumlah kota lainnya, termasuk Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj. Sejumlah media Iran melaporkan bahwa beberapa rudal menghantam area di sekitar Universitas Teheran dan kawasan Jomhouri, yang terletak di dekat pusat pemerintahan.

Seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa Angkatan Udara AS berpartisipasi langsung dalam serangan ini. Operasi ini dilaporkan telah direncanakan selama berbulan-bulan.

Kementerian Pertahanan 'Israel' menyatakan serangan ini sebagai "serangan preventif" untuk menghilangkan ancaman terhadap 'Israel'. Laporan dari Channel 12 'Israel' menyebutkan bahwa puluhan target milik pemerintah dan fasilitas militer Iran telah dihantam. Salah satu fokus awal serangan adalah menargetkan tokoh-tokoh penting di pemerintahan Iran.

Layanan telekomunikasi seluler dilaporkan terputus di beberapa wilayah Teheran. Otoritas penerbangan sipil Iran juga telah menutup seluruh ruang udara negara tersebut hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sebagai antisipasi terhadap serangan balasan Iran, militer 'Israel' segera mengambil langkah darurat nasional. Sirene peringatan dibunyikan di seluruh wilayah 'Israel' sebagai langkah proaktif agar penduduk segera berlindung. Militer melarang seluruh pertemuan publik dan memerintahkan penutupan sekolah serta kantor, kecuali untuk sektor-sektor esensial.

Otoritas penerbangan 'Israel' menutup total wilayah udara negara tersebut untuk penerbangan sipil, dan seluruh bandara diinstruksikan untuk tidak melayani operasional hingga situasi dinyatakan aman.

Pihak Iran melalui seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa mereka telah bersiap untuk memberikan respons yang mengguncang@@. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan telah dipindahkan ke lokasi yang aman segera setelah serangan dimulai. Dunia kini menanti respons Iran, dengan kekhawatiran tinggi bahwa konflik ini dapat meluas menjadi perang regional skala penuh. (zarahamala/arrahmah.id)