ISLAMABAD (Arrahmah.id) -- Pakistan melarang aktivitas partai Islam Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) pada Kamis (23/10/2025). Keputusan diambil menyusul demonstrasi berdarah di dekat Lahore yang menewaskan lima orang.
Keputusan diumumkan setelah rapat kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
"Kabinet Federal dengan suara bulat menyimpulkan bahwa TLP terlibat dalam terorisme dan kegiatan kekerasan," kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan AFP (24/10).
Kabinet mencatat bahwa protes, demonstrasi, dan demonstrasi kekerasan mengakibatkan kematian personel keamanan dan orang-orang tak bersalah.
Kerusuhan sendiri dimulai pada 9 Oktober 2025 ketika pendukung TLP berarak dari Lahore di Punjab timur ke ibukota Islamabad. Dipimpin ketua partai Saad Rizvi, mereka melakukan aksi pro-Palestina dengan memprotes gencatan senjata antara 'Israel' dan Hamas yang ditengahi AS.
Tindakan keras dilakukan aparat kemanan Pakistan saat hari keempat aksi damai yang sudah mencapai Muridke, kota antara Lahore dan Islamabad.
Peristiwa ini membuat pihak berwenang melancarkan tindakan keras lanjutan termasuk menyegel 95 rekening bank dan beberapa properti yang diduga terkait dengan TLP.
Sebelumnya, partai ini pernah dilarang beraktivitas pada April 2021 setelah protes anti-Prancis yang menewaskan beberapa petugas polisi dan warga sipil. Namun larangan dicabut tujuh bulan kemudian. (hanoum/arrahmah.id)
