NEW DELHI (Arrahmah.id) -- Fenomena unik bernama Cockroach Janata Party atau “Partai Rakyat Kecoa” menghebohkan India setelah lebih dari 350.000 orang mendaftar sebagai anggota hanya dalam beberapa hari. Gerakan satir yang viral di media sosial itu menarik perhatian luas karena syarat keanggotaannya disebut hanya dua: pengangguran dan malas bekerja.
Dilansir Al Jazeera (20/5/2026), gerakan tersebut muncul setelah pernyataan Ketua Mahkamah Agung India BR Gavai yang meminta generasi muda lebih disiplin dan tidak menjadi “kecoak” yang hanya bergantung pada negara. Ucapan itu memicu respons besar di media sosial, terutama dari kalangan anak muda India yang menghadapi tingginya angka pengangguran dan tekanan ekonomi.
Tak lama setelah komentar itu viral, sejumlah kreator konten dan aktivis digital meluncurkan Cockroach Janata Party sebagai gerakan sindiran politik. Akun Instagram gerakan tersebut dengan cepat mengumpulkan jutaan pengikut, sementara formulir pendaftaran anggota dibanjiri peminat dari berbagai wilayah India.
Menurut laporan NDTV, lebih dari 350.000 orang telah resmi mendaftar sebagai anggota hanya dalam hitungan hari, sementara akun media sosial gerakan itu telah melampaui enam juta pengikut. Banyak anak muda India mengaku bergabung sebagai bentuk protes terhadap sulitnya lapangan kerja dan meningkatnya biaya hidup.
Salah satu unggahan resmi Cockroach Janata Party berbunyi, “Jika tidak ada pekerjaan untuk kami, maka biarkan kami menjadi kecoak bersama-sama.”
DW menyebut gerakan tersebut berkembang menjadi simbol frustrasi generasi muda India terhadap kondisi ekonomi dan ketimpangan sosial. Deutsche Welle melaporkan banyak peserta gerakan mengunggah meme, video satire, dan slogan politik yang menyindir elit pemerintahan serta sistem rekrutmen kerja di India.
Fenomena ini juga memicu perdebatan nasional di India. Sebagian pihak menilai gerakan tersebut hanya lelucon internet, namun banyak analis melihatnya sebagai ekspresi nyata keresahan sosial anak muda India yang menghadapi tingkat pengangguran tinggi meski ekonomi negara itu terus tumbuh. Data Centre for Monitoring Indian Economy (CMIE) menunjukkan pengangguran usia muda di India masih berada pada level tinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, seorang peserta gerakan bernama Arjun Sharma mengatakan banyak anak muda merasa tidak lagi didengar pemerintah.
“Kami belajar, punya gelar, tetapi tetap tidak mendapat pekerjaan. Jadi sekarang kami memilih menertawakan keadaan,” kata Arjun.
Meski berbentuk satire, Cockroach Janata Party kini dianggap sebagai salah satu gerakan digital paling viral di India tahun ini. Banyak pengamat menilai fenomena tersebut menunjukkan bagaimana humor internet dan media sosial semakin menjadi sarana protes politik generasi muda di negara dengan populasi terbesar di dunia itu. (hanoum/arrahmah.id)
