Memuat...

Pernyataan Tommy Robinson : “Saya Akan Menghentikan Islam”

Hanoum
Senin, 18 Mei 2026 / 2 Zulhijah 1447 03:52
Pernyataan Tommy Robinson : “Saya Akan Menghentikan Islam”
Tangkapan layar ommy Robinson saat diwawancara. [Foto: Youtube]

LONDON (Arrahmah.id) -- Aktivis sayap kanan Inggris, Tommy Robinson, kembali menuai kontroversi setelah melontarkan pernyataan anti-Muslim dan anti-imigran dalam sebuah wawancara eksklusif di sela aksi demonstrasi “Unite the Kingdom” di London, Inggris. Pernyataan tersebut memicu gelombang kecaman luas di media sosial dan disebut banyak pihak sebagai ujaran kebencian bernuansa rasis dan Islamofobia yang menyasar komunitas Muslim serta para migran.

Dalam wawancara bersama aktivis pro-Israel, Weronika Rogowska, seperti dilansir The Guardian (17/5/2026), Robinson menyatakan dirinya ingin “menghentikan Islam” dan menyerukan kebijakan deportasi massal terhadap migran. Ia juga mengatakan bahwa para migran harus dipindahkan dari hotel-hotel “oleh militer” serta mendorong konsep “re-migration” atau pemulangan migran secara besar-besaran. Video wawancara tersebut beredar luas melalui platform X dan YouTube dalam beberapa hari terakhir.

“Saya akan menghentikan Islam. Sudah waktunya banyak Muslim meninggalkan negara ini. Ini adalah rumah kami,” kata Robinson. Pernyataan itu segera menuai kritik karena dianggap menyudutkan umat Islam secara kolektif dan memperuncing sentimen anti-imigran di Inggris.

https://www.youtube.com/shorts/AlLdl0szTgA

Aksi “Unite the Kingdom” yang berlangsung di pusat Kota London pada Sabtu (16/5) waktu setempat dihadiri puluhan ribu orang dan mendapat pengamanan ketat aparat kepolisian Inggris. The Guardian melaporkan demonstrasi tersebut dipenuhi slogan nasionalis, retorika anti-imigrasi, hingga simbol-simbol sayap kanan. Polisi Metropolitan London bahkan menangkap sejumlah peserta terkait dugaan kejahatan kebencian selama aksi berlangsung.

Laporan sejumlah media internasional pun menyebutkan bahwa demonstrasi itu juga diwarnai ejekan terhadap Muslim dan perempuan bercadar atau berniqab. Media The New Arab melaporkan bahwa peserta aksi secara terbuka menyerukan agar migran meninggalkan Inggris serta melakukan penghinaan terhadap simbol-simbol Islam di ruang publik London.

Pemerintah Inggris sebelumnya juga telah mengambil langkah pencegahan dengan melarang sejumlah tokoh sayap kanan luar negeri memasuki wilayah Inggris menjelang aksi tersebut. Pemerintah menilai kehadiran mereka berpotensi memicu penyebaran kebencian dan ekstremisme. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, disebut mengecam gerakan yang dianggap menebar “kebencian dan perpecahan” di tengah masyarakat Inggris yang multikultural.

Tommy Robinson, yang memiliki nama asli Stephen Yaxley-Lennon, selama bertahun-tahun dikenal sebagai figur kontroversial dengan rekam jejak retorika anti-Islam dan anti-imigran di Inggris. Ia juga kerap dikaitkan dengan kelompok dan gerakan nasionalis sayap kanan di Eropa. (hanoum/arrahmah.id)