Memuat...

Bom Mobil Meledak di Dekat Kementerian Pertahanan Suriah, 1 Tentara Tewas

Hanoum
Kamis, 21 Mei 2026 / 5 Zulhijah 1447 04:47
Bom Mobil Meledak di Dekat Kementerian Pertahanan Suriah, 1 Tentara Tewas
Pemandangan kehancuran setelah ledakan di dekat gedung Kementerian Pertahanan di Damaskus, Suriah pada 19 Mei 2026. [Foto: Anadolu Agency]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Sebuah bom mobil meledak di dekat gedung yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat. Ledakan tersebut menewaskan satu tentara Suriah dan melukai sedikitnya belasan hingga puluhan orang lainnya, termasuk warga sipil, di tengah situasi keamanan yang masih rapuh pasca konflik berkepanjangan di negara itu.

Ledakan terjadi di kawasan Bab Sharqi, pusat Kota Damaskus, tepatnya di dekat Administrasi Persenjataan Kementerian Pertahanan Suriah. Menurut laporan The Syrian Observer (20/5), aparat militer sebelumnya menemukan alat peledak rakitan di sekitar lokasi dan sedang berusaha menjinakkannya ketika sebuah mobil bermuatan bom meledak di area yang sama.

Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan satu personel militer tewas dalam insiden tersebut. Jumlah korban luka dilaporkan bervariasi antara 12 hingga lebih dari 20 orang menurut sejumlah media internasional. Reuters melaporkan sedikitnya 18 orang terluka, sementara Al Jazeera menyebut korban luka mencapai 21 orang.

Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan, “Sebuah unit militer menemukan alat peledak yang disiapkan untuk diledakkan di dekat salah satu gedung kementerian di kawasan Bab Sharqi.”

Ledakan memicu kepanikan di pusat ibu kota Suriah. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan mobil terbakar hebat dan asap hitam membumbung di sekitar lokasi kejadian. Aparat keamanan Suriah segera menutup sejumlah jalan utama dan mengerahkan pasukan tambahan untuk mengamankan area sekitar ledakan.

Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun Associated Press dan Arab News melaporkan bahwa serangan-serangan serupa dalam beberapa bulan terakhir kerap dikaitkan dengan sel-sel kelompok militan Islamic State (ISIS) yang masih aktif di sejumlah wilayah Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024.

Najib al-Nassan, Kepala Direktorat Ambulans dan Darurat Suriah, mengatakan seluruh korban luka telah dipindahkan ke rumah sakit di Damaskus untuk mendapatkan penanganan medis. Dalam kutipan yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Najib al-Nassan menyatakan, “Tim ambulans segera mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.”

Serangan ini menjadi salah satu insiden keamanan paling serius di Damaskus dalam beberapa bulan terakhir. Meski pemerintahan baru Suriah berupaya menstabilkan keamanan pasca perang, ibu kota Damaskus masih menghadapi ancaman bom, serangan bersenjata, dan aktivitas kelompok ekstremis yang memanfaatkan situasi transisi politik di negara tersebut. (hanoum/arrahmah.id)