TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Menteri Keamanan Nasional 'Israel' Itamar Ben-Gvir menuai kecaman internasional setelah membagikan video dirinya mengintimidasi dan menghina para aktivis Gaza flotilla yang ditahan pasukan 'Israel'. Insiden itu terjadi setelah angkatan laut 'Israel' mencegat kapal bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat.
Dalam video yang diunggah di media sosial, seperti dilansir BBC (20/5), Ben-Gvir terlihat mendatangi sejumlah aktivis yang ditahan di sebuah fasilitas penahanan 'Israel'. Salah satu aktivis perempuan terdengar meneriakkan slogan “Free, Free Palestine” sebelum Ben-Gvir memaksa kepalanya menunduk dan membalas dengan teriakan, “Shut up!” atau “Diam!”. Video tersebut langsung memicu gelombang kritik dari aktivis HAM dan pengguna media sosial internasional.
https://www.youtube.com/watch?v=dkJ3hNergOMFlotilla tersebut diketahui membawa aktivis internasional dan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang masih menghadapi krisis akibat perang berkepanjangan. Menurut laporan BBC dan Al Jazeera, kapal mereka dicegat oleh pasukan laut 'Israel' di Laut Mediterania sebelum mencapai perairan Gaza. Seluruh penumpang kemudian ditahan dan dibawa ke 'Israel' untuk pemeriksaan keamanan.
Dalam rekaman yang beredar luas, aktivis perempuan yang belum diungkap identitasnya terus meneriakkan dukungan untuk Palestina meski berada dalam tahanan. Aktivis tersebut berteriak, “Bebaskan Palestina!” sebelum dibentak oleh Itamar Ben-Gvir.
Ben-Gvir sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh paling garis keras dalam pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia sebelumnya berulang kali menuai kontroversi karena pernyataan keras terhadap warga Palestina serta dukungannya terhadap perluasan operasi militer 'Israel' di Gaza dan Tepi Barat.
Koalisi Freedom Flotilla menuduh 'Israel' melakukan penahanan ilegal terhadap para aktivis sipil yang membawa bantuan kemanusiaan. Organisasi itu menyebut, “Para aktivis kami diperlakukan secara kasar dan dipermalukan setelah dicegat di laut internasional.”
Pemerintah 'Israel' membela tindakan pencegatan tersebut dengan alasan keamanan. Militer 'Israel' menyatakan kapal flotilla melanggar blokade laut yang diberlakukan terhadap Gaza sejak Hamas menguasai wilayah itu pada 2007. 'Israel' menegaskan blokade dilakukan untuk mencegah masuknya senjata ke Jalur Gaza.
Insiden ini kembali memicu sorotan internasional terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza dan perlakuan 'Israel' terhadap aktivis pro-Palestina. Organisasi HAM internasional menyerukan penyelidikan independen atas perlakuan terhadap para aktivis yang ditahan, sementara media sosial dipenuhi kecaman terhadap tindakan Ben-Gvir yang dianggap mempermalukan tahanan sipil. (hanoum/arrahmah.id)
