Memuat...

Citra Satelit Ungkap Kerusakan Fasilitas Aramco di Yanbu dan Abqaiq Usai Serangan Yaman

Zarah Amala
Kamis, 30 Juli 2026 / 16 Safar 1448 12:00
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Fasilitas Aramco di Yanbu dan Abqaiq Usai Serangan Yaman
Citra satelit menunjukkan kerusakan di fasilitas Aramco di Yanbu dan Abqaiq. (Foto: Cuplikan video)

RIYADH (Arrahmah.id) - Citra satelit yang dirilis pada Senin (27/7/2026) menunjukkan kerusakan signifikan pada infrastruktur minyak Arab Saudi menyusul rentetan operasi misil dan drone yang diluncurkan oleh militer Yaman selama akhir pekan.

Foto satelit memperlihatkan bekas luka bakar di sekitar tangki penyimpanan berbentuk bola milik Saudi Aramco di Instalasi Curah Yanbu di pantai Laut Merah, mengindikasikan fasilitas tersebut terdampak serangan. Di dekatnya, Pabrik Pencampuran dan Minyak Pelumas Alhamrani-Fuchs di Kota Industri Yanbu mengalami kerusakan yang jauh lebih parah, di mana sebagian besar areanya menunjukkan tanda-tanda kebakaran hebat.

Pengumuman citra satelit ini menyusul pernyataan juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, bahwa Sanaa telah melancarkan dua operasi besar terhadap Arab Saudi sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai agresi kriminal. Operasi pertama menargetkan fasilitas di Jizan menggunakan puluhan misil balistik dan drone, sementara operasi kedua menyasar fasilitas afiliasi Aramco di Yanbu. Pada Senin, pasukan Yaman kembali mengumumkan serangan terhadap beberapa titik kritis di sepanjang jalur pipa minyak dari bagian timur Saudi menuju terminal ekspor Laut Merah.

Analisis independen terhadap data anomali termal turut memperkuat laporan kebakaran di Yanbu. Citra termal mendokumentasikan dua titik api berkapasitas masing-masing sekitar 120 megawatt di sisi yang berlawanan pada pabrik Alhamrani-Fuchs pada Sabtu lalu, yang tidak pernah tercatat pada hari-hari lain sepanjang Juli.

Serangan-serangan ini bertepatan dengan penurunan tajam ekspor minyak mentah Saudi melalui Yanbu. Berdasarkan analisis Windward terhadap data pelayaran Vortexa, volume pemuatan minyak mentah di Yanbu merosot hampir 40 persen sejak 19 Juli, dari sekitar 5,16 juta barel per hari menjadi sekitar 3,09 juta barel per hari. Lebih ke selatan, Saudi Aramco dilaporkan menutup kilang Jizan berkapasitas 400.000 barel per hari setelah fasilitas gasifikasi dan tangki penyimpanannya rusak akibat serangan.

Selain itu, citra satelit dan sistem pemantauan kebakaran NASA (FIRMS) mengindikasikan kerusakan di fasilitas pengolahan minyak mentah utama Saudi Aramco di Abqaiq, wilayah timur Saudi. Analis intelijen sumber terbuka melaporkan adanya bekas luka bakar di empat dari enam bola pengolahan minyak mentah di Abqaiq, dengan dua di antaranya tampak hancur total.

Abqaiq merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak paling vital di dunia yang menangani 5 hingga 7 persen produksi minyak global. Dengan terdampaknnya fasilitas Abqaiq di ujung timur serta kerusakan di Yanbu dan Jizan di pesisir Laut Merah, para analis menilai koridor ekspor utama Arab Saudi yang berfungsi melewati Selat Hormuz kini berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. (zarahamala/arrahmah.id)