Memuat...

Citra Terus Memburuk, 'Israel Gelontorkan Jutaan Dolar untuk Pengaruhi Narasi Gaza di AI

Hanoum
Senin, 17 Agustus 2026 / 5 Rabiulawal 1448 04:21
Citra Terus Memburuk, 'Israel Gelontorkan Jutaan Dolar untuk Pengaruhi Narasi Gaza di AI
Foto ilustrasi. [Foto: Tasnim]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Pemerintah 'Israel' dilaporkan menggelontorkan puluhan juta dolar untuk kampanye digital yang bertujuan memengaruhi cara sistem kecerdasan buatan seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dan Perplexity menjawab pertanyaan mengenai Israel dan perang Gaza. Laporan terbaru menyebut kampanye tersebut dijalankan melalui perusahaan Amerika Serikat Clock Tower X, milik mantan manajer kampanye Donald Trump, Brad Parscale, dengan nilai kontrak yang dilaporkan mencapai US$46,5 juta.

Dilansir Tasnim (16/8/2028), laporan Drop Site News yang menjadi dasar pemberitaan sejumlah media menyebut strategi itu dilakukan dengan membangun jaringan situs web dan memproduksi ratusan artikel mengenai 'Israel', Gaza, operasi militer 'Israel', serta hubungan Israel-Amerika Serikat. Materi tersebut kemudian dioptimalkan agar mudah ditemukan mesin pencari dan berpotensi menjadi sumber yang digunakan sistem AI ketika menyusun jawaban kepada pengguna.

Fokus kampanye ini bukan secara langsung mengubah kode atau model dasar ChatGPT, melainkan mempengaruhi informasi yang tersedia di internet dan kemungkinan dirujuk oleh sistem AI. Karena itu, istilah yang digunakan dalam sejumlah laporan adalah AI framing atau generative engine optimization—upaya membentuk konteks dan sumber yang muncul ketika seseorang mencari informasi melalui mesin pencari atau chatbot berbasis AI.

Brad Parscale, yang sebelumnya menjadi manajer kampanye Donald Trump pada Pemilu AS 2020, disebut sebagai tokoh utama di balik Clock Tower X. Menurut laporan yang mengutip dokumen kontrak, perusahaan tersebut sebelumnya memperoleh kontrak awal senilai US$6 juta untuk kampanye yang ditujukan kepada generasi muda Amerika. Dokumen tersebut menyebut target minimal 50 juta impresi per bulan, dengan setidaknya 80 persen konten diarahkan kepada audiens Gen Z melalui TikTok, Instagram, YouTube, podcast, dan berbagai platform digital lainnya.

Dalam dokumen yang dikutip laporan tersebut, salah satu tugas Clock Tower X disebut mencakup pembuatan “websites and content to deliver GPT framing results on GPT conversations”. Secara sederhana, maksudnya adalah membuat situs dan konten yang dapat memengaruhi konteks informasi yang digunakan model AI ketika menghasilkan jawaban mengenai isu tertentu.

Dalam perkembangan terbaru, laporan yang dikutip Anadolu Agency menyebut nilai proyek yang terkait dengan Clock Tower X telah mencapai US$46,5 juta. Jaringan situs yang dibangun dilaporkan ditujukan untuk memengaruhi berbagai chatbot AI, termasuk ChatGPT, Claude, Gemini, dan Perplexity. Beberapa situs yang disebut dalam investigasi bahkan dilaporkan telah muncul sebagai sumber yang dikutip chatbot ketika menjawab pertanyaan mengenai Israel dan Gaza.

Temuan tersebut mendapat perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya persaingan narasi mengenai perang Gaza. Pemerintah 'Israel' selama ini menjalankan apa yang dikenal sebagai hasbara, yakni aktivitas diplomasi publik untuk menjelaskan dan membela posisi 'Israel' di hadapan publik internasional.

Sebuah penelitian Quincy Institute yang terbit Juli 2026 memperkirakan pemerintah 'Israel' telah menghabiskan lebih dari US$1 miliar untuk berbagai kegiatan diplomasi publik sejak serangan 7 Oktober 2023, termasuk kampanye media sosial, iklan, influencer, dan aktivitas yang ditujukan untuk memengaruhi sistem AI.

Laporan tersebut juga menyebut anggaran diplomasi publik 'Israel' terus meningkat. Menteri Keuangan 'Israel' Bezalel Smotrich dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar disebut mengusulkan anggaran diplomasi publik sekitar 2,35 miliar shekel atau sekitar US$750 juta untuk 2026. Anggaran itu mencakup kampanye media sosial, kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil, serta berbagai kegiatan untuk memperbaiki citra Israel di luar negeri. (hanoum/arrahmah.id)