Memuat...

Dekati Gaza, Armada Sumud Flotilla Dikepung Kapal Misterius

Zarah Amala
Senin, 18 Mei 2026 / 2 Zulhijah 1447 10:36
Dekati Gaza, Armada Sumud Flotilla Dikepung Kapal Misterius
Cuplikan dari kamera beberapa kapal dalam armada perlawanan global yang bertujuan untuk mematahkan pengepungan di Gaza (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Aliansi kemanusiaan Global Resilience Flotilla (Armada Sumud Global) melaporkan adanya pergerakan kapal-kapal tidak dikenal yang mendekati iring-iringan kapal mereka dalam pelayaran menuju Jalur Gaza untuk menembus blokade 'Israel', pada Ahad malam (17/5).

Melalui akun resminya di platform X, pihak armada menyatakan telah mendeteksi aktivitas kapal-kapal misterius di sekitar posisi mereka. Kapal-kapal tersebut diidentifikasi sebagai kapal angkatan laut dan perahu motor cepat (speedboat) yang memposisikan diri di bagian depan, belakang, serta salah satu sisi lambung armada.

Informasi ini dirilis tidak lama setelah armada mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mencapai perairan internasional di Laut Mediterania. Berdasarkan sistem pelacakan yang dimuat di situs resmi mereka, jarak yang tersisa untuk mencapai pesisir Gaza diperkirakan sekitar 310 mil laut.

Merespons pergerakan tersebut, media 'Israel' Yedioth Ahronoth melaporkan pada Ahad (17/5) bahwa militer 'Israel' tengah bersiap untuk mengambil alih dan menguasai armada tersebut. Pihak 'Israel' memperkirakan armada kemanusiaan ini akan tiba di area operasi dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan.

"Kami akan mengambil alih kapal-kapal armada tersebut dan memindahkan para pesertanya ke penjara terapung," ujar seorang sumber pejabat 'Israel' seperti dikutip Yedioth Ahronoth.

Sumber tersebut menambahkan, "Kami memperkirakan para aktivis kali ini akan bertindak lebih keras dibandingkan aksi-aksi sebelumnya, dan ada kemungkinan mereka menggunakan senjata tajam."

Pelayaran Menembus Blokade Gaza

Armada ini bertolak pada Kamis (14/5) dari kota pelabuhan Marmaris, Turki, yang menghadap langsung ke Laut Mediterania. Aksi ini melibatkan 54 kapal sebagai bentuk upaya baru untuk mematahkan blokade udara, laut, dan darat yang diterapkan 'Israel' terhadap Gaza.

Misi kemanusiaan ini diikuti oleh sejumlah anggota dewan pengurus Global Resilience Flotilla, di antaranya Samira Akdeniz Ordu, Iman Al-Makhloufi, Said Abu Kishk, Ko Tinmuang, dan Natalia Maria, serta didukung oleh ratusan aktivis yang datang dari 70 negara.

Pelayaran kali ini dilakukan setelah sebelumnya pada 29 April lalu, militer ''Israel' melakukan tindakan yang dinilai ilegal di perairan internasional lepas pantai Pulau Kreta, Yunani. Saat itu, 'Israel' menghadang kapal-kapal armada yang membawa 345 peserta dari 39 negara, termasuk warga negara Turki. Dalam insiden tersebut, 'Israel' menahan 21 perahu beserta sekitar 175 aktivis di dalamnya, sementara sisa perahu lainnya melanjutkan perjalanan menuju perairan teritorial Yunani.

Inisiatif pengiriman armada ini merupakan bagian dari rangkaian panjang upaya internasional untuk mematahkan blokade Gaza yang telah berlangsung sejak tahun 2007. Blokade menahun ini telah memicu krisis kemaslahatan yang parah, yang kian memburuk menyusul kehancuran infrastruktur total dan pengungsian massal sekitar 1,5 juta warga Palestina di dalam kantong wilayah tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)