Memuat...

Demo Tommy Robinson di London Picu Kontroversi usai Hina Jilbab dan Niqab

Hanoum
Ahad, 17 Mei 2026 / 1 Zulhijah 1447 18:03
Demo Tommy Robinson di London Picu Kontroversi usai Hina Jilbab dan Niqab
Tangkapan layar demo yang dipimpin aktivis sayap kanan Inggris tommy robinson. [Foto: Youtube]

LONDON (Arrahmah.id) -- Aksi demonstrasi besar yang dipimpin aktivis sayap kanan Inggris Tommy Robinson di pusat Kota London memicu kontroversi setelah muncul pidato dan pernyataan bernada anti-Islam, termasuk penghinaan terhadap jilbab dan niqab yang dikenakan perempuan Muslim.

Dilansir The Guardian (17/5/2026), Robinson menyampaikan pidato berapi-api di tengah pengamanan ketat aparat kepolisian Metropolitan London pada Sabtu (16/5) dihadapan puluhan ribu pendukung kelompok kanan-jauh dan anti-imigrasi. Dalam orasinya, Tommy Robinson—tokoh yang dikenal luas karena retorika anti-Muslim di Inggris—menyerukan perlawanan terhadap apa yang ia sebut sebagai “Islamisasi Inggris” Ia juga menggunakan istilah “Battle of Britain” untuk menggambarkan perjuangannya melawan imigrasi dan kelompok Islamis di Inggris.

“Kita harus bersiap untuk ‘Battle of Britain’ demi menyelamatkan negara ini,” ujar Tommy Robinson dalam pidatonya yang dikutip The Guardian.

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sebagian peserta aksi melontarkan komentar menghina jilbab dan niqab. Rekaman itu menuai kecaman dari kelompok hak asasi manusia dan organisasi Muslim Inggris yang menilai demonstrasi tersebut memperburuk islamofobia di negara itu. (x.com)

Kelompok advokasi Muslim Inggris, Muslim Council of Britain (MCB), mengutuk keras demonstrasi tersebut. Mereka menyebut retorika Robinson dapat memicu kekerasan terhadap komunitas Muslim.

“Pidato seperti ini hanya akan memperbesar kebencian dan ancaman terhadap Muslim di Inggris,” kata juru bicara Muslim Council of Britain dalam pernyataannya yang dikutip Middle East Eye.

Sementara itu, Kepolisian Metropolitan London menyatakan pihaknya meningkatkan pengamanan di sejumlah wilayah ibu kota untuk mengantisipasi bentrokan antara massa demonstran dan kelompok kontra-aksi pro-keberagaman. Polisi juga menyelidiki sejumlah laporan ujaran kebencian yang muncul selama demonstrasi berlangsung.

Tommy Robinson, yang bernama asli Stephen Yaxley-Lennon, selama bertahun-tahun dikenal sebagai tokoh kontroversial di Inggris karena kampanye anti-Islam dan anti-imigrasi. Ia pernah beberapa kali ditangkap dan menjadi sorotan kelompok HAM internasional terkait penyebaran ujaran kebencian terhadap komunitas Muslim. (hanoum/arrahmah.id)