KABUL (Arrahmah.id) - Shahabuddin Delawar, kepala Komisi Kontak dengan Tokoh-Tokoh Penting, dalam sebuah program distribusi kartu imunitas kepada sejumlah warga yang kembali, menggambarkan Afghanistan sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya.
Ia menyerukan kepada tokoh-tokoh dari pemerintahan sebelumnya, termasuk Abdul Rab Rasul Sayyaf, Mohammad Mohaqiq, Abdul Rashid Dostum, Karim Khalili, Fawzia Koofi, dan lainnya, untuk kembali ke negara itu, lansir Tolo News (15/4/2026).
Shahabuddin Delawar berkata: “Kami bahkan mengiriminya pesan secara pribadi, mengatakan ‘Ustad, kembalilah.’ Kami mendengar bahwa beliau sangat sakit. Kematian tak terhindarkan—kita semua akan mati—jadi lebih baik berada di tanah air sendiri, di Paghman sendiri. Saya katakan kepada Ustad Mohaqiq, Ustad Khalili, Ustad Atta, kepada Dostum dan lainnya: kembalilah. Saya jamin tidak seorang pun akan dapat mengatakan apa pun kepada saya.”
Dalam sebagian pidatonya, ia menyatakan bahwa musuh Afghanistan adalah musuh bersama dan sedang mengincar wilayah geografis serta menciptakan hambatan bagi kemajuan negara.
Pada program ini, kartu imunitas dibagikan kepada puluhan orang, dan beberapa warga yang kembali menyerukan penciptaan lapangan kerja.
Mirbat Khan Mangal, anggota parlemen di pemerintahan sebelumnya, mengatakan: “Saya sangat senang. Bukalah tangan Anda—kesempatan harus diciptakan untuk kaum muda.”
Ahmad Wali Hakimi, mantan wakil menteri pengungsi dan repatriasi, mengatakan: “Ini adalah tanah air saya. Saya lahir di sini, seluruh hidup saya di sini. Bagaimana mungkin saya tidak kembali? Saya meminta semua orang untuk kembali juga.”
Menurut Komisi Kontak dengan Tokoh-Tokoh, sejauh ini lebih dari 1.300 kartu imunitas telah dibagikan, di mana lebih dari 1.000 penerima telah kembali ke negara itu dari luar negeri. (haninmazaya/arrahmah.id)
