Memuat...

Jemaah Haji Nafar Tsani Mulai Bergerak dari Mina ke Mekkah, Kemenhaj Minta Patuhi Jadwal Lontar Jumrah

Ameera
Sabtu, 30 Mei 2026 / 14 Zulhijah 1447 21:03
Jemaah Haji Nafar Tsani Mulai Bergerak dari Mina ke Mekkah, Kemenhaj Minta Patuhi Jadwal Lontar Jumrah
Jemaah Haji Nafar Tsani Mulai Bergerak dari Mina ke Mekkah, Kemenhaj Minta Patuhi Jadwal Lontar Jumrah

JAKARTA (Arrahmah.id) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengumumkan dimulainya pergerakan jemaah haji Indonesia yang mengambil skema Nafar Tsani dari Mina menuju Mekkah pada Sabtu (30/5/2026), bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau hari Tasyrik ketiga.

Pergerakan tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang hingga saat ini berlangsung lancar, tertib, dan terkendali.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan jemaah yang memilih Nafar Tsani terlebih dahulu menyempurnakan ibadah dengan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga sebelum kembali ke Mekkah.

"Alhamdulillah, setelah jemaah melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta melaksanakan lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik, saat ini sebagian jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani melanjutkan penyempurnaan rangkaian ibadah dengan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga," ujar Ichsan di Mina.

Ia mengapresiasi kedisiplinan jemaah yang mengikuti arahan petugas dan menjalankan pergerakan menuju Jamarat sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kepatuhan jemaah menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan selama fase Mina.

Pada hari Tasyrik ketiga, jemaah Nafar Tsani melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Karena itu, Kemenhaj mengingatkan agar jemaah tidak melakukan lontar di luar jadwal yang telah ditentukan bagi masing-masing kloter.

"Kami mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani agar segera menuntaskan rangkaian lontar jumrah sesuai jadwal, kemudian kembali ke tenda masing-masing di Mina untuk bersiap mengikuti proses pergerakan menuju Makkah," kata Ichsan.

Menurutnya, kepatuhan terhadap jadwal sangat penting agar proses mobilisasi jemaah dari Mina ke Mekkah berlangsung aman, tertib, dan terkoordinasi serta menghindari penumpukan massa di jalur pergerakan.

Jemaah juga diminta mengikuti seluruh arahan petugas, memastikan barang bawaan tidak tertinggal, serta mempersiapkan diri sesuai jadwal keberangkatan yang telah ditentukan.

1.356 Petugas Satgas Mina Disiagakan

Untuk memastikan kelancaran layanan selama fase Mina, Kemenhaj menempatkan sebanyak 1.356 Petugas Satgas Mina di berbagai titik strategis.

Petugas tersebut bertugas melakukan pengawasan, pengaturan arus jemaah, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai kebutuhan jemaah di lapangan.

Pos-pos pemantauan ditempatkan di sejumlah lokasi penting seperti Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gerbang terowongan Muaisim Turki, depan Syarikah, hingga sejumlah jalur menuju Jamarat dan titik kepulangan jemaah.

"Pos-pos tersebut bertugas mengarahkan jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko," jelas Ichsan.

Jemaah Diminta Bersabar Jika Bus Tidak Bisa Sampai Hotel

Sejak Sabtu pagi waktu Arab Saudi, jemaah Nafar Tsani mulai diberangkatkan menuju hotel masing-masing di Mekkah. Namun, Kemenhaj mengingatkan bahwa kondisi lalu lintas masih berpotensi padat sehingga kemungkinan terjadi pengalihan jalur transportasi.

"Kami mengimbau jemaah tetap sabar dan tenang selama perjalanan menuju hotel. Kami mengupayakan jemaah dapat diturunkan di depan hotel. Namun, apabila tidak memungkinkan karena adanya penutupan jalan, bus akan menurunkan jemaah di lokasi terdekat dengan hotel. Kami mohon pengertian dan dukungan jemaah," ujar Ichsan.

Jaga Kesehatan dan Perkuat Ukhuwah

Selain mengatur mobilisasi jemaah, Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik mengingat cuaca di Mina masih cukup panas pada siang hari.

Jemaah dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, menggunakan payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak.

Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.

"Kami kembali mengajak seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kekompakan, saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan," pungkas Ichsan.

(ameera/arrahmah.id)