Memuat...

HNW: Perdamaian Dunia Tak Akan Terwujud Tanpa Keadilan dan Kemerdekaan Palestina

Ameera
Sabtu, 13 Juni 2026 / 28 Zulhijah 1447 21:22
HNW: Perdamaian Dunia Tak Akan Terwujud Tanpa Keadilan dan Kemerdekaan Palestina
HNW: Perdamaian Dunia Tak Akan Terwujud Tanpa Keadilan dan Kemerdekaan Palestina

JAKARTA (Arrahmah.id) — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. (HNW), menegaskan bahwa perdamaian dunia tidak akan pernah tercapai tanpa hadirnya keadilan dan kemerdekaan bagi seluruh bangsa.

Menurutnya, perdamaian sejati hanya dapat diwujudkan apabila dunia berdiri di atas prinsip keadilan serta penghormatan terhadap hak setiap bangsa untuk merdeka.

Hal tersebut disampaikan HNW sebagaimana dilansir dari siaran pers MPR RI, Sabtu (13/6/2026).

"Tidak mungkin akan ada ketertiban dunia dan perdamaian yang sejati apabila yang terjadi justru represi dan penjajahan. Hanya akan ada perdamaian yang benar apabila di sana ada keadilan dan tidak ada lagi penjajahan," ujar HNW.

Ia menjelaskan, gagasan untuk mewujudkan perdamaian dunia sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Keinginan untuk menghadirkan perdamaian dunia sesungguhnya merupakan pengejawantahan langsung dari konstitusi Indonesia. Amanat itu tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya," katanya.

Menurut HNW, forum dialog antarbangsa menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi tantangan kemanusiaan global yang semakin kompleks.

Palestina Jadi Ujian Perdamaian Dunia

Dalam kesempatan tersebut, HNW turut menyoroti persoalan Palestina sebagai salah satu ujian terbesar bagi komitmen dunia dalam mewujudkan perdamaian yang berkeadilan.

Konflik yang terus berlangsung di Palestina, termasuk di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem, dinilai membutuhkan perhatian serius dari masyarakat internasional.

"Jika forum ini lahir dari keprihatinan atas berlanjutnya penjajahan dan serangan terhadap Palestina, Gaza, Tepi Barat, Yerusalem, hingga meluas ke kawasan lain, maka ini adalah langkah yang sangat relevan untuk membangun solidaritas dan aksi nyata bagi perdamaian," jelasnya.

Ia menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki peran strategis dalam mendorong penyelesaian konflik serta memperkuat pengakuan internasional terhadap kemerdekaan Palestina.

HNW menyebut pengakuan lebih dari 153 negara terhadap Palestina sebagai negara merdeka menunjukkan semakin luasnya dukungan internasional terhadap kemerdekaan Palestina sebagai jalan menuju perdamaian dan pengakhiran penjajahan.

Meski demikian, ia menilai PBB perlu lebih efektif menjalankan perannya dan tidak terkungkung oleh penggunaan hak veto yang kerap melindungi Israel. Namun, menurutnya, kekecewaan terhadap PBB tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan eksistensi Palestina.

"Jangan sampai karena kekecewaan pada PBB, kemudian dihadirkan lembaga baru yang bahkan menggusur eksistensi Palestina, apalagi pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka," tegasnya.

HNW menambahkan bahwa penyelesaian konflik global membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat internasional.

"PBB tidak bisa bekerja sendirian. Diperlukan kebersamaan seluruh pihak, termasuk parlemen, pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan negara-negara sahabat untuk menghadirkan perdamaian yang berkeadilan," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan HNW saat membuka Forum Dialog Global dalam rangka Hari Peringatan Dialog Internasional untuk Peradaban di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu lalu.

Forum bertema "Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia" itu mempertemukan berbagai unsur, mulai dari parlemen, pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga internasional, hingga perwakilan negara sahabat guna memperkuat kerja sama dalam membangun perdamaian global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Muhammad Anis Matta, Lc., Anggota DPR RI Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng., Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Gita Sabharwal, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia DPR/DPD RI Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, tokoh bangsa Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, para diplomat negara sahabat, serta tokoh lintas agama.

HNW berharap forum tersebut tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan mampu menghasilkan langkah nyata untuk memperkuat diplomasi perdamaian dan membangun dunia yang lebih adil.

"Semoga forum ini menjadi forum yang produktif, menghasilkan gagasan dan kerja sama yang nyata, serta memperkuat semangat bersama untuk menghadirkan perdamaian dunia yang berkeadilan bagi seluruh umat manusia," pungkasnya.

(ameera/arrahmah.id)