MARIB (Arrahmah.id) - Pemerintah daerah Provinsi Marib, Yaman tengah, melaporkan bahwa kelompok Houtsi meluncurkan delapan rudal balistik ke Kota Marib yang berada di bawah kendali pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, Ahad (18/10/2026).
Dalam pernyataan singkat melalui Facebook, pemerintah daerah menyebut Houtsi meluncurkan delapan rudal ke kota yang berpenduduk padat. Namun, mereka tidak merinci lokasi jatuhnya rudal maupun kemungkinan korban jiwa dan kerusakan akibat serangan tersebut.
Marib memiliki arti penting secara kemanusiaan karena menampung lebih dari 2,2 juta pengungsi internal, menurut laporan pemerintah. Wilayah ini juga merupakan salah satu basis utama pemerintah Yaman serta pusat produksi minyak dan gas.
Pada 15 Oktober lalu, pemerintah daerah Marib melaporkan serangan Houtsi yang melibatkan sembilan rudal balistik dan tujuh proyektil lainnya ke kawasan permukiman. Saat itu, tidak ada laporan terperinci mengenai jumlah korban maupun kerusakan.
Dalam perkembangan terpisah, pemerintah Yaman pada Ahad malam menuduh Houtsi meledakkan jembatan di jalur utama yang menghubungkan Provinsi Taiz di barat daya dengan Provinsi Lahj di selatan.
Kementerian terkait mengecam serangan tersebut dan menyatakan ledakan itu merusak salah satu bagian infrastruktur jalan, sehingga mengancam keselamatan lalu lintas serta kelancaran mobilitas warga dan distribusi barang antarkedua provinsi.
Pemerintah menyebut kerusakan jalan dan jembatan menghambat transportasi serta pasokan kebutuhan pokok. Dampaknya dinilai sangat berat bagi warga Taiz, yang bergantung pada jalur tersebut untuk memperoleh makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan dasar lainnya.
Pemerintah Yaman meminta PBB dan organisasi internasional mengecam serangan terhadap fasilitas sipil serta mengambil langkah untuk melindungi infrastruktur dan memastikan jalur tersebut tetap dapat digunakan masyarakat.
Eskalasi ini berlangsung di tengah operasi militer pemerintah Yaman bertajuk Fajr al-Yaman atau “Fajar Yaman”, yang diluncurkan pada 5 Oktober untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai Houtsi, termasuk ibu kota Sanaa. (zarahamala/arrahmah.id)
