LONDON (Arrahmah.id) — Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022, Anies Baswedan, resmi menerima penghargaan Freedom of the City of London dalam sebuah upacara khidmat yang berlangsung di Guildhall, balai kota bersejarah yang telah menjadi pusat pemerintahan City of London selama enam abad, pada Jumat (18/10/2026).
Di penghujung upacara yang sarat akan tradisi sejak abad ke-13 tersebut, Anies secara resmi disambut dan diakui sebagai seorang "Citizen of London".
Nominasi Anies diajukan oleh Alderman Alastair King saat menjabat sebagai Lord Mayor of London bersama Alderman Gregory Jones KC, hingga kemudian disetujui oleh Court of Common Council pada Juni 2025.
Penyerahan penghargaan prestisius ini menempatkan Anies dalam daftar figur publik internasional penerima Freedom of the City, sejajar dengan nama-nama besar dunia seperti Winston Churchill, Nelson Mandela, Lee Kuan Yew, Stephen Hawking, hingga aktris Cate Blanchett.
Upacara pelantikan dipimpin oleh Alderman Vincent Keaveny (Lord Mayor of London periode 2021–2022) yang bertindak sebagai Representative Lord Mayor.
Momen ini sekaligus menjadi ajang reuni hangat bagi keduanya, mengingat pada pertengahan 2022 lalu, Keaveny pernah disambut langsung oleh Anies di Balai Kota Jakarta.
Republik adalah Janji, Bukan Sekadar Harapan
Dalam pidato sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Inggris, Anies menegaskan makna penting dari kebebasan dan tanggung jawab publik. Ia mengaitkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia di panggung internasional dengan menyebut bahwa sebuah republik dibangun atas dasar janji, bukan sekadar harapan.
"Di negara saya, sepanjang hidup saya berpendapat bahwa republik bukanlah sebuah harapan, melainkan sebuah janji. Para pendiri bangsa kami menulis 'kami akan': melindungi setiap warga negara, mencerdaskan setiap anak, dan menghadirkan kesejahteraan bagi semua," ujar Anies di hadapan para hadirin.
Anies juga menyandingkan Jakarta dan London sebagai dua kota kosmopolitan yang kaya akan keberagaman. Ia menekankan pentingnya membangun persatuan di atas kebinekaan serta memperlakukan penghargaan ini sebagai jembatan kolaborasi antarkota.
"Saya ingin memperlakukan Freedom ini sebagai pintu, bukan piala. Negara bernegosiasi, kota saling belajar. Melalui pintu ini saya berharap dapat mengajak para wali kota, insinyur, guru, dan anak-anak muda Indonesia ke sini, serta mengundang London ke Jakarta," lanjutnya.
Di akhir pidatonya, Anies menutup dengan satu kata khas Indonesia yang menggema tegas di jantung kota London.
"Dalam bahasa saya, kata untuk freedom adalah merdeka. Hari ini City of London memberikan kepada seorang Indonesia satu kata yang paling dicintai bangsanya. Saya akan berusaha pantas menerimanya. Merdeka!" tutup Anies.
Rekam Jejak Kolaborasi Jakarta dan London
Bagi publik London, nama Anies Baswedan bukanlah sosok yang asing. Selama memimpin Jakarta, ia pernah menjabat sebagai Vice Chair C40 Cities bersama Wali Kota London, Sadiq Khan.
Keberhasilannya dalam merestrukturisasi sistem transportasi publik di Jakarta—yang sebagian mengadopsi model sistem transit terintegrasi milik London turut mengantarkan Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang meraih penghargaan internasional Sustainable Transport Award pada tahun 2021.
(ameera/arrahmah.id)
