Memuat...

Saudi Klaim Gagalkan Serangan Drone Houtsi ke Makkah, Houtsi Membantah

Zarah Amala
Rabu, 16 September 2026 / 5 Rabiulakhir 1448 10:09
Saudi Klaim Gagalkan Serangan Drone Houtsi ke Makkah, Houtsi Membantah
Pemandangan udara wilayah Makkah (Associated Press)

MAKKAH (Arrahmah.id) - Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut diluncurkan oleh kelompok Houtsi pada Selasa (15/9/2026) malam. Drone tersebut dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas Makkah.

Koalisi Pendukung Pemerintah Yaman mengatakan operasi pencegatan dilakukan pada Rabu (16/9) dini hari. Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan drone tersebut berhasil dihancurkan di wilayah selatan Makkah.

Al-Maliki menyebut insiden itu sebagai “upaya agresif dan teroris” dan mengatakan ini merupakan upaya kedua yang diklaim menargetkan Makkah. Sebelumnya, pada 27 Juli 2017, Houtsi disebut pernah meluncurkan rudal balistik yang diarahkan ke wilayah Makkah.

Ia mengecam insiden tersebut sebagai upaya menargetkan “tempat turunnya wahyu dan tanah risalah” serta tempat yang menjadi tujuan hati jutaan umat Islam dari berbagai negara.

Menurut Al-Maliki, serangan itu juga berpotensi menimbulkan kepanikan di kalangan jemaah yang berada di Tanah Suci serta membahayakan warga dan penduduk yang tinggal di wilayah tersebut.

Ia menegaskan keamanan dua Masjid Suci dan para jemaah merupakan “garis merah”. Komando pasukan gabungan koalisi, kata dia, tidak akan ragu mengambil langkah yang diperlukan terhadap Houtsi.

Houtsi Bantah Tuduhan

Anggota biro politik Ansarallah (Houtsi), Hizam al-Asad, membantah klaim Saudi tersebut. Ia menyebut tuduhan bahwa Houtsi menargetkan Makkah sebagai “kebohongan yang sudah pernah digunakan sebelumnya”.

Sementara itu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam apa yang disebutnya sebagai serangan keji Houtsi terhadap Makkah dan wilayah Madinah, serta serangan yang terus berlanjut terhadap Arab Saudi.

OKI mengatakan serangan tersebut menimbulkan ketakutan bagi warga sipil, melanggar kesucian tempat-tempat suci dan masjid, serta memprovokasi perasaan umat Islam di berbagai penjuru dunia.

Sebelum pengumuman mengenai pencegatan drone tersebut, Pertahanan Sipil Saudi pada Selasa (15/9) mengeluarkan sejumlah peringatan mengenai potensi bahaya di beberapa wilayah, termasuk Makkah, Taif, Jeddah, Abha, Jazan, Khamis Mushait, dan Al-Ula.

Peringatan itu dikeluarkan setelah Houtsi melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone pada Senin (14/9) yang menyasar Khamis Mushait, Abha, dan Taif.

Koalisi Pendukung Pemerintah Yaman menyatakan serangan tersebut menyebabkan 13 warga sipil mengalami luka ringan hingga sedang. Sebanyak tujuh rumah dan dua kendaraan juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Dewan Menteri Saudi kemudian mengecam apa yang disebutnya sebagai serangan keji dan disengaja Houtsi terhadap warga sipil dan fasilitas sipil di wilayah kerajaan.

Pemerintah Saudi menegaskan keamanan, kedaulatan wilayah, serta perlindungan warga dan kepentingan vital negara merupakan prinsip yang tidak dapat diganggu gugat. Saudi juga menyatakan memiliki hak untuk membela diri sesuai Piagam PBB dan hukum internasional.

Dalam beberapa waktu terakhir, Houtsi berulang kali mengklaim melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Saudi, terutama fasilitas minyak di bagian selatan kerajaan yang berbatasan dengan Yaman. Serangan-serangan tersebut menuai kecaman dari sejumlah negara Arab dan Teluk. (zarahamala/arrahmah.id)