TEHRAN (Arrahmah.id) - Iran dikabarkan hampir merampungkan kesepakatan senjata besar dengan Cina untuk mengakuisisi rudal jelajah anti-kapal CM-302. Laporan Reuters menyebutkan bahwa negosiasi ini telah memasuki tahap akhir, sebuah langkah yang dinilai akan meningkatkan kemampuan serangan angkatan laut Iran secara signifikan di tengah ketegangan regional yang memuncak.
CM-302 adalah rudal supersonik yang mampu terbang rendah di atas permukaan laut (sea-skimming) dengan jangkauan sekitar 290 kilometer. Para ahli senjata memperingatkan bahwa pengerahan sistem ini dapat menjadi ancaman serius bagi aset angkatan laut Amerika Serikat, termasuk gugus tugas kapal induk USS Abraham Lincoln yang saat ini disiagakan di Timur Tengah.
Bersamaan dengan kemajuan negosiasi rudal, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengintensifkan latihan militer gabungan "1404" di sepanjang garis pantai selatan. Latihan ini melibatkan penggunaan drone loitering munition Rezvan dan sistem Shahed-136 untuk misi serangan presisi.
Pasukan khusus melakukan simulasi pertahanan pantai menggunakan artileri dengan pemicu proksimitas dan serangan darat-ke-laut. Uji coba sistem rudal dengan navigasi yang diperbarui yang diklaim mampu menembus posisi berbenteng.
Di sektor diplomasi, Iran dan AS dijadwalkan memulai putaran ketiga negosiasi nuklir tidak langsung di Jenewa pada Kamis (26/2/2026), dengan mediasi dari Oman. Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan bahwa meski Tehran lebih memilih diplomasi, mereka tetap mengerahkan semua alat pencegahan untuk mencegah salah perhitungan dari pihak lawan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memberikan waktu tambahan bagi para utusannya untuk mengejar kesepakatan di Jenewa, meskipun Pentagon terus melakukan penumpukan pasukan terbesar sejakĀ 2003. Trump menegaskan bahwa keputusan untuk perang berada di tangannya sendiri dan ia tetap berharap pada solusi hasil negosiasi, namun memperingatkan konsekuensi buruk bagi Iran jika diplomasi gagal. (zarahamala/arrahmah.id)
