Memuat...

Iran Tembakkan Rudal ke Pangkalan AS Diego Garcia di Samudera Hindia

Hanoum
Ahad, 22 Maret 2026 / 3 Syawal 1447 05:48
Iran Tembakkan Rudal ke Pangkalan AS Diego Garcia di Samudera Hindia
Pangkalan AS Diego Garcia di Samudera Hindia. [Foto: Reuters]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik jarak menengah ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat–Inggris di Diego Garcia, Samudera Hindia, dalam eskalasi terbaru konflik kawasan. Meski demikian, serangan tersebut dilaporkan gagal mengenai target.

Menurut laporan The Wall Street Journal (21/3/2026), Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah pangkalan strategis tersebut. Namun, tidak satu pun rudal berhasil mencapai sasaran—satu rudal gagal di tengah penerbangan, sementara satu lainnya dihadang sistem pertahanan AS.

Pangkalan Diego Garcia sendiri merupakan instalasi militer penting milik AS dan Inggris yang digunakan untuk operasi pembom strategis dan kapal perang di kawasan Indo-Pasifik. Serangan terhadap fasilitas ini dinilai sebagai langkah signifikan karena jaraknya sekitar 3.800–4.000 kilometer dari Iran, jauh melampaui jangkauan operasi sebelumnya.

Pemerintah Inggris mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan “ceroboh” yang dapat memperburuk konflik. London juga menegaskan dukungannya terhadap langkah pertahanan untuk melindungi aset militer dan sekutu di kawasan.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan 'Israel', termasuk serangan udara terhadap fasilitas militer Iran serta aksi balasan berupa rudal dan drone ke berbagai target di Timur Tengah. Serangan ke Diego Garcia dipandang sebagai sinyal bahwa Iran kini mampu memperluas jangkauan militernya ke target-target yang lebih jauh dan strategis.

Analis menilai langkah ini bukan hanya serangan militer, tetapi juga pesan geopolitik bahwa seluruh pangkalan AS di kawasan—bahkan yang berada jauh dari Timur Tengah—berpotensi menjadi target dalam konflik yang terus berkembang. Dengan eskalasi yang semakin luas, risiko konfrontasi langsung antara kekuatan besar pun dinilai semakin meningkat.(hanoum/arrahmah.id)