Memuat...

'Israel' Ancam Bunuh Pemimpin Hamas di Luar Negeri

Zarah Amala
Rabu, 30 September 2026 / 19 Rabiulakhir 1448 11:00
'Israel' Ancam Bunuh Pemimpin Hamas di Luar Negeri
Israel Katz bersama Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu (AFP)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Menteri Pertahanan 'Israel' Israel Katz mengancam akan membunuh para pemimpin Hamas yang tinggal di luar negeri. Ia mengatakan, para pemimpin tersebut kini berada dalam bidikan 'Israel' dan tidak akan dibiarkan meninggal dengan tenang.

"Para pemimpin Hamas di luar negeri juga berada dalam bidikan," kata Katz dalam pernyataan video setelah 'Israel' membunuh Izz al-Din al-Bik, komandan Brigade Hamas Gaza Utara, dalam serangan udara di Gaza City, Selasa.

Katz menuding para pemimpin Hamas tersebut memainkan peran penting dalam serangan 7 Oktober 2023. "Tidak satu pun dari para pembunuh keji ini boleh dibiarkan meninggal dengan tenang," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Katz secara khusus menyinggung upaya 'Israel' membunuh para pemimpin Hamas di Qatar. Menurutnya, operasi tersebut gagal akibat gangguan teknis.

"Mereka lolos karena sebuah kerusakan. Namun, kesempatan berikutnya akan datang, dan mereka juga akan dikirim ke neraka," kata Katz.

Ancaman tersebut mengindikasikan kemungkinan 'Israel' kembali melakukan operasi pembunuhan terhadap para pemimpin Hamas di Qatar. Doha menjadi salah satu mediator utama dalam perundingan gencatan senjata Gaza dan menjadi tempat kantor politik Hamas.

Qatar telah memainkan peran penting dalam berbagai putaran perundingan antara 'Israel' dan Hamas sejak Oktober 2023. Karena itu, ancaman operasi 'Israel' di Qatar berpotensi berdampak langsung terhadap mekanisme mediasi yang selama ini digunakan dalam negosiasi gencatan senjata.

Al-Bik merupakan komandan brigade Hamas ketiga yang tewas dalam serangkaian serangan 'Israel' dalam beberapa pekan terakhir. Pada hari yang sama, komandan Brigade Gaza Utara Hamas, Mohannad Abu Foul, juga tewas dalam serangan udara terpisah.

'Israel' dalam beberapa hari terakhir juga membunuh Mohammed al-Yazouri, komandan Brigade Khan Yunis, serta Faraj Hamad, mantan tahanan Palestina yang telah dibebaskan.

Rangkaian pembunuhan tersebut terjadi ketika gencatan senjata yang secara resmi berlaku sejak Oktober 2025 masih menghadapi berbagai pelanggaran dan serangan. (zarahamala/zarahamala/arrahmah.id)