Memuat...

'Israel' Klaim Hancurkan Gudang Senjata Hamas di Gaza, Warga: Itu Stasiun Air

Zarah Amala
Rabu, 26 Agustus 2026 / 14 Rabiulawal 1448 13:33
'Israel' Klaim Hancurkan Gudang Senjata Hamas di Gaza, Warga: Itu Stasiun Air
Warga Gaza kehilangan stasiun desalinasi akibat serangan 'Israel' (Getty)

GAZA (Arrahmah.id) - Beberapa rudal 'Israel' menghantam dan menghancurkan sebuah stasiun desalinasi air yang hampir selesai dibangun di kawasan Sheikh Radwan, utara Kota Gaza, pada Senin (24/8). Warga dan saksi mata mengatakan fasilitas tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan air ratusan keluarga Palestina yang mengalami krisis air parah.

Penyiar publik 'Israel' Kan mengklaim serangan itu menargetkan “gudang senjata Hamas” di kawasan tersebut. Namun, warga setempat mengatakan bangunan yang dihantam merupakan stasiun desalinasi yang tengah dipersiapkan untuk mulai memasok air ke rumah-rumah dan tempat pengungsian.

Serangan tersebut juga merusak puluhan tenda di sekitar fasilitas dan memperparah kerusakan rumah-rumah yang sebelumnya telah terdampak pemboman 'Israel'.

Akibat perang 'Israel' di Gaza, mendapatkan air bersih telah menjadi perjuangan sehari-hari bagi warga. Mereka harus mencari sumber air yang masih berfungsi, mengantre selama berjam-jam, lalu pulang dengan jumlah air yang sering kali tidak mencukupi kebutuhan keluarga.

Penghancuran stasiun air Sheikh Radwan terjadi ketika infrastruktur air Gaza secara keseluruhan berada dalam kondisi kritis.

Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan mengatakan pasukan 'Israel' terus menargetkan infrastruktur vital, termasuk fasilitas air dan sanitasi serta instalasi desalinasi. Pembatasan terhadap bahan bakar dan perlengkapan pemeliharaan juga semakin mengurangi kemampuan Gaza untuk memproduksi dan mendistribusikan air.

Menurut Al-Mezan, sekitar 80 persen infrastruktur dan fasilitas air serta sanitasi Gaza kini berada di wilayah yang terkena perintah evakuasi.

Al-Mezan juga menyebut sekitar 91 persen rumah tangga di Gaza mengalami kerawanan air, sementara sekitar 65 persen penduduk hanya mendapatkan 3–5 liter air per orang per hari untuk kebutuhan minum dan memasak.

Sementara itu, Hamas menuduh 'Israel' melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan terus menyerang warga sipil dan infrastruktur vital.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem menyebut penghancuran stasiun desalinasi tersebut sebagai kelanjutan dari genosida dan kelanjutan dari upaya mengeringkan seluruh kemungkinan untuk hidup.

Ia juga mengatakan pemboman kamp pengungsian dan penghancuran tenda menunjukkan apa yang disebut Hamas sebagai kebijakan pengusiran yang terus berlangsung.

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, 'Israel' telah melakukan ribuan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mengakibatkan ribuan warga Palestina tewas dan terluka. (zarahamala/arrahmah.id)